oleh

Awal berdiri 1914. Dulu Milik pemerintah Hindia Belanda. Untuk merawat buruh perkebunan kompeni.

Dari 1965 dikelola Pemerintah Provinsi Lampung. Tahun 1984 nama berubah menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Menyebut RS Abdul Moeloek, langsung terbayang : Fasilitas minim. Pelayaan buruk.

Fasilitas kurang : pasien sampai berjejer di bangsal, lorong, tertahan di UGD, kumuh, panas, pengap.

Tapi, itu dulu.

Lima tahun terakhir, fasilitas RSUDAM berubah derastis.

Gedung rawat jalan, gedung rawat inap anak, kamar operasi, rawat inap kelas 1, gedung rehabilitasi medis, UGD, layanan farmasi : Rehab total.

Ruang thalassemia, ruang high care unit (HCU), ruang terapi bermain dan ruang penitipan anak, gedung SMF anestesi, gedung Central Steril Supply Departement (CSSD) : Bangun baru nan megah.

Semua bersih, Ber-AC : Nyaman.

Tak ada lagi pasien di bangsal akibat kekurangan ruangan. Tak ada keluhan kumuh, panas.

Soal fasilitas : RSUDAM terbaik Se-Sumbagsel.

Jadi RS Tipe A kedua di Sumatera, setelah RS Medan.

Bagaimana dengan pelayanan ?

Ini soal Sumberdaya Manusia (SDM), menyangkut mental dan paradigma usang. Paling sulit diubah.

Kata Bung Karno : perlu revolusi mental.

Ada perubahan, tapi masih banyak dikeluhkan.

Ambulan menolak membawa mayat bayi, pertikaian keluarga pasien VS petugas medis, antrian lama jadwal operasi : bukti pelayanan belum prima.

Teranyar : mogok kerja dokter.

Kata Gubernur Arinal ini masalah kecil.

Tapi, bisa jadi tragedi. Jika sampai pelayanan terganggu, berlangsung lama. Bertaruh nyawa.

Apa lagi beredar kabar sudah dua poliklinik ditutup sementara : Poliklinik penyakit dalam dan poliklinik VCT.

Siapa salah?
Manajemen RS kah?
Dokter kah?

Bukan. Bukan salah mereka.

Manajemen RS dan Dokter hanya aparatur. Menjalankan tugas. Tergantung arah kebijakan.

Gubernur Ridho : arahnya fokus membenahi fasilitas.

Gubernur Arinal : (sebaiknya) fokus benahi pelayanan.

Fasilitas megah, pelayanan buruk : tak ada guna.

Fasilitas dan pelayanan sama penting. Harus sama baik.

Perlu terobosan agar pelayanan baik.

Gaji, tunjangan, insentif pegawai : harus besar, harus dibayarkan, harus dijamin. Harus sejahtera!!!

Kinerja buruk. Pecat.

Jangan kinerja diminta baik, kesejahteraan sekedarnya. Wajar mogok.

Memberi perhatian dan kesejahteraan lebih pada pegawai RSUDAM kebijakan mulia. Mereka melayani rakyat yang sakit.

Rakyat sakit, masuk RSUDAM, ingin sembuh. Bukan sekedar pindah tidur.

RSUDAM wajah Pemprov Lampung, dalam bidang kesehatan. Harus bagus fasilitas, bagus pelayanan.

Rumah sakit, harus sehat. Sehat keuangan, sehat pelayanan, sehat fasilitas. Jangan malah ‘sakit’.

Dan ingat ini bukan masalah KECIL….wassalam.

Komentar