oleh

Memerangi korupsi itu memang harus hebat, cerdas, berani dan tegas.

Harus hebat : karena lebih berat dari melawan penjajah zaman kolonial, pelakunya saudara sebangsa.

Harus cerdas : karena pelakunya orang-orang pandai dan licik.

Harus berani : karena pelakunya berwatak rakus, tamak, dan kejam.

Harus tegas : karena pelakunya itu licin dan pintar bersilat lidah.

Karena itu juga, Bung Karno dari awal menyebut pelaku korupsi adalah pengkhianat bangsa dan dilaknak Allah SWT.

Tiga Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dalam waktu 24 jam kemarin, cukup untuk menunjukkan betapa rakus, tamak, licin dan kejamnya pelaku korupsi itu.

Tapi, apakah menghukum dan memenjarakan pelaku korupsi adalah bagian terpenting dari perang melawan korupsi? Bukan. Itu hanya bagian penting, tapi bukan terpenting.

Bagian terpentingnya adalah : membangun cara pandang kolektif anak bangsa.

Cara pandang bahwa korupsi itu bentuk penghisapan darah saudara sebangsa.

Cara pandang bahwa korupsi itu bentuk penjajahan terhadap saudara sebangsa.

Cara pandang bahwa korupsi itu perbuatan tak manusiawi.

Cara pandang bahwa korupsi itu kejahatan luarbiasa.

Cara pandang bawah korupsi itu musuh bersama.

Cara pandang bawah semua harus punya rasa kemanusiaan dengan menghindari korupsi.

Dan, cara pandang bahwa semua harus berani merombak sistem yang korup ini.

Seribu kali OTT, tanpa semua cara pandang itu akan percuma…wassallam.

Komentar