oleh

IMM Desak Kejari Tuntaskan Kasus Korupsi Dinkes Lampura

Harianpilar.com, Lampung Utara  – Makin tidak jelasnya penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara (Lampura) yang terdiri dari raibnya Dana Operasional Puskesmas (DOP), Biaya Operasional Kesehatan (BOK) dan penyelewengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang ditangani Kejaksaan Negeri Lampura membuat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampura geram.

Kumpulan aktivis merah marun itupun mengultimatum pihak Kejaksaan setempat untuk menuntaskan kasus yang telah lama bergulir itu dalam waktu sepuluh hari kedepan. Jika tidak, mereka akan benar-benar turun beraksi dan membawa kasus ini ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) bahkan Kejawas di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ultimatum yang disampaikan para aktivis IMM itu bukanlah tanpa alasan mengingat penanganan kasus yang banyak menyita perhatian publik ini sudah lebih dari enam bulan tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan ‘ Mengambang’.

Ultimatum itu disampaikan oleh Ketua Cabang IMM Lampura, Jefri Ramdani kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan para petinggi Kejari  saat uadensi di aula Kejari setempat, Senin (02/09/2019).

“Berawal dari audensi kami yang pertama tertanggal 3 Maret 2019 yang lalu. Waktu itu kami mensupport langkah Kejaksaan untuk mencegah dan menuntaskan kasus-kasus korupsi di Lampung Utara. Karena itu hari ini kami kembali mengingatkan pihak Kejari untuk membuktikan komitmen perang terhadap korupsi. Kami beri waktu satu kali sepuluh hari, jika tidak kami pastikan turun aksi dan bisa menanyakannya ke Kejaksaan Tinggi bahkan ke Jamwas,” ujar Jefri yang didampingi Sekretaris PC IMM Lampura, Dedi.

Korupsi, kata Jefri merupakan bentuk kejahatan yang luar biasa berdampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu IMM sangat mengecam keras praktek-praktek korupsi yang terjadi dan mendorong aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan agar benar-benar serius, cepat dan sigap dan menangani kasus korupsi. ” Bukankah salah satu visi Kejaksaan menciptakan wilayah bebas korupsi. Karena itu kami support. Publik menanti langkah-langkah itu. Harapan kami dalam waktu yang kami berikan ada perkembangan atau titik terang dari kasus DOP, BOK dan JKN,” seru Jefri.

Menanggapi hal itu, Kajari, Yuliana Sagala menyambut dan mengapresiasi dukungan dari kalangan mahasiswa khususnya IMM dalam kinerja pencegahan dan penindakan kasus-kasus korupsi. Namun menurutnya penanganan kasus tindak pidana korupsi bukanlah hal yang gampang seperti membalikan telapak tangan. Semua butuh waktu dan proses yang tidak bisa diprediksi lama atau tidaknya.

“Kalau satu kali sepuluh hari tidaklah bisa dalam menuntaskan kasus inu. Kasus DOP, BOK dan JKN saat ini masih pada level penyelidikan. Kami mohon waktu untuk menjalani memproses memeriksa saksi, mengumpulkan bukti dan keterangan yang tidak bisa dipastikan waktunya. Berbeda dengan OTT yang dilakukan KPK,” kelitnya

Dia pun merasa tidak nyaman atas berbagai statmen dan pemberitaan yang menyatakan Kejari lamban dalam penanganan kasus korupsi. ” Saya pastikan kasus ini tetap berlanjut. Tidak ada yang kami sembunyikan atau tutup-tutupi. Tidak ada kata lambat karena saya tidak suka dengan perkataan Kejari lambat dan sebagainya. Mudah-mudahan akan segera ditindaklanjut oleh Kasi Pidsus,” urainya.

Berikut pernyataan sikap IMM terhadap penanganan kasus DOP, BOK dan JKN oleh Kejari: pertama, mengecam keras segala bentuk korupsi di Lampung Utara. Kedua, mendesak Kejari Lampura untuk bertindak cepat dan sigap dalam menangani kasus korupsi di Lampung Utara. Ketiga, IMM Lampung Utara siap membantu kejaksaan untuk memberantas dan menuntaskan kasus korupsi agar Lampung Utara menjadi wilayah bebas korupsi.

Kemudian ke empat memberikan jangka waktu kepada Kejari satu kali sepuluh hari untuk menuntaskan kasus DOP, BOK dan JKN. Jika tidak IMM akan kembali turun ke jalan dan akan terus memperjuangkan hal ini sampai ke Kejaksaan Tinggi bahkan Jamwas di Kejagung.

Pantauan di lokasi, tampak puluhan aparat Kepolisian berjaga-jaga di kantor Kejari setempat. Tampak pula dalam ruang audensi Kasat Intel Polres Lampura, Kepala Kesbangpol Lampura, dan para Jaksa di Kejari setempat. (Iswant/yoan)

Komentar