oleh

DKP Targetkan Mesuji Jadi Lumbung Ikan

Harianpilar.com, Mesuji – Dinas Kelautan dan Perikana (DKP) Kabupaten Mesuji targetkan Kabupaten Mesuji menjadi salah satu daerah lumbung ikan. Hal itu, tidak lain mengingat Kabupaten Mesuji memiliki sebanyak 2.719 kolam yang tersebar di 7 kecamatan di Mesuji dari target sebanyak 6000 kolam.

Plt. Kadis Kelautan dan Perikanan Pariman mengatakan, bahwa kolamnisasi yang ada di ini merupakan program Bupati didalam menumbuhkan sektor perekonomian dibidang perikanan bagi masyarakat mesuji sendiri. Namun langkah awal yakni melakukan pembenahan sistem serta penyuluhan bagi masyarakat.

“Kita akan melakukan invetarisir jumlah kolah yang tidak aktif dan kolam yang tidak aktif. Rencana kita ditahun 2020 akan memprogramkan peningkatan hasil produksi. Karena, 2.719 kolam yang ada masih sebagian yang tidak aktif,” jelas Pariman saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/08/2019).

Dikatakan Pariman, invetarisir jumlah kolam yang aktif dan yang tidak ini tidak lain untun mengetahui apa kendala, dan masalahnya dimana. Selain itu, kita juga akan memberikan pendampingan pembuatan pakan. Hal itu dikarenakan untuk mempermudah petani dalam memproleh pakan ikan.

“Invertarisir kolamisasi ini tidak lain karen ada empat satker yang juga memprogram kolamisasi tersebut dengan harapan perekonomian masyarakat dapat meningkat disektor perikanan. Keempat dinas itu yakni Dinas Perikanan, DPMD, Dinsos dan Dinas Nakertran,” kata Pariman.

Senada dikatakanSekertaris DKP Mesuji Ardi Umum mengatakan, saat ini dinas Perikanan tengah melakukan invetarisir semua kolam, sehingga ditahun 2020 akan dimasukkan ke program selanjutnya.

“Sekarang mau bantu, terlepas buatan siapa nanti bisa masuk di tahun 2020. Bila bisa mesuji menjadi lembung iklan,” jelas Ardi.

Saat ini lanjut Ardi, untuk menunjang peningkatan tersebut Dinas Perikanan dan Kelautan masih melaksanakan pembuatan kolam yakni di Desa Sidang Gunung Tiga sebanyak 42 kolam yang diusulkan oleh masyarakat dan tengah kita ajukan di APBD – P tahun 2019.

“Dulu ada program pembuatan kolam dengan target sebanyak 6000, tetapi yang baru tercapai sekitar 2.719 kolam. Kemungkinan target tersebut akan terus digalakkan sehingga Kabupaten  Mesuji benar-benar menjadi daerah sentral ikan terbesar,” papar Ardi.

Bila dilihat dari data pembuatan kolam sejak tahun 2016 sampai 2018 ini yakni

Tahun 2016 sebanyak 1.532 kolam dengan produksi (ton) 4.343.05, namun ditahun 2017 pembuatan kolam mencapai 1572 dengan masa produksi (ton) 2.072,65 dan ditahun 2018 total kolam mencapai 2.719 dengan produksi (ton) 3.109,09.

“Ini ada selisih antar penghasil ditahun 2016 sampai 2018 dikarenakan banyak kolam milik masyarakat tidak produksi, Ini jadi tugas kami untuk meningkatkan hasil produksi ikan. Bila melihat dari hasil perton ikan yang diproleh dengan jumlah kolam memang tidak sebanding. Untuk itu, kita akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan hasil produksi,”imbuhnya.

Saat ini lanjut Ardi, Untuk mengaktifkan kolam ini ditahun 2019 melalui APBD – P akan mengaktifkan kolamisasi di desa wiralaga. “Ada 53 kolam yang ada didesa tua. Dan akan dilakukan pendampingan sampai panen,” tukasnya. (Sandri)

Komentar

News Feed