oleh

Bupati Lamteng Ajak Warga Contoh Pengorbanan Nabi Ibrahim

Harianpilar.com, Lampung Tengah – Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto beserta Istri Hj. Ellya Lusiana Loekman dan Pejabat lainnya, melaksanakan Salat Idul Adha 10 Zulhijah 1440 H, di Lapangan Masjid Al – Hidayah Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Minggu (11/08/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Loekman mengingatkan bahwa ada empat pelajaran dari Nabi Ibrahim, yaitu pentingnya mengalahkan hawa nafsu dengan tauhid, perhatian terhadap negeri, pengorbanan, dan perhatian terhadap generasi muda.

Loekman mengungkapkan, Nabi Ibrahim adalah contoh yang sempurna dalam mengalahkan hawa nafsunya dalam membuktikan kesetiaan kepada Allah SWT. Beliau rela mengembara, menyembelih putranya, melawan rajanya sendiri dan bahkan meninggalkan orang tuanya demi memenuhi perintah Allah. Padahal dibalik kerelaan dan pengorbanannya itu, Nabi Ibrahim adalah pribadi yang dekat dan sayang dengan semua yang ditinggalkannnya.

“Saya harap perjalanan Nabi Ibrahim bisa kita jadikan untuk meningkatkan semangat rela dan ikhlas mengorbankan sesuatu yang kita miliki dan kita cintai, demi kepentingan yang lebih besar”, pesan bupati pada masyarakat yang melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Al – Hidayah.

Lanjut bupati, sesungguhnya semua hal yang dimiliki, baik harta, keluarga, pangkat, derajat, dan semua nikmat yang kita rasakan pada hakikatnya merupakan titipan dan amanah dari Allah SWT, yang harus di syukuri dan kita gunakan sesuai dengan ajaran agama.

“Ibadah kurban yang kita laksanakan memberikan pesan penting bagi kita semua. Jadi harapannya, pengorbanan apapun yang akan kita dilakukan semata-mata hanya mengharapkan Ridho Allah SWT, yang disertai dengan sabar, ikhlas dan tawakkal, sebagaimana ajaran Allah dan Rasul-Nya”, ujar bupati.

Loekman percaya bahwa umat Islam di Kabupaten Lamteng tentu tidak hanya memaknai ibadah kurban sebatas penyembelihan hewan dan membagikannya kepada saudara-saudara kita yang berhak menerima. Namun ada makna filosofis yang perlu kita gali dibalik peristiwa besar tersebut.

Ia mengatakan, Ibadah qurban juga terdapat nilai-nilai sosial kemanusiaan, yang mengajarkan kita semua untuk mencintai sesama, saling menolong, dan saling memberi. Bahkan pada zamannya, Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam memberikan pesan kepada kita semua agar membersihkan hati dan jiwa dari nafsu-nafsu hewani.

“Untuk itu melalui momentum ini saya ingin mengajak masyarakat untuk menjadikan ibadah qurban sebagai gaya hidup untuk membantu sesama. Karena orang-orang yang senantiasa berqurban akan memperoleh tempat yang paling tinggi di sisi Allah SWT, dan mengantarkan umat islam menjadi umat yang kuat, umat yang tangguh, umat yang memiliki kepedulian kepada sesama”, ungkapnya.

Diakhir sambutannya, orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai ini mengajak jamaah sholat Idul Adha untuk mendoakan saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

“Ayo kita doakan bersama, semoga jamaah haji Lamteng senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan, sehingga dapat kembali ke tanah air dengan sehat walafiat, serta mendapat predikat haji yang mabrur dan mabrurah”. pungkasnya.

Dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Al – Hidayah, bertindak selaku Imam Ustadz Salim. Sedangkan yang bertindak sebagai Khatib yakni Arusman Yusuf dan Bilal Eko Prasetyo.

Dalam khatibnya, Ustad Zainal Abidin mengajak kepada masyarakat agar senantiasa ikhlas dalam melakukan apapun, dan rela menyisihkan sebagian rejeki untuk berqurban, sebagaimana cerita tentang keteladanan Nabi Ibrahim pada masanya.

Usai Sholat Idul Adha, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto didampingi sang istri, menyerahkan 1 ekor Sapi kepada panitia Masjid Al – Hidayah untuk dibagikan kepada masyarakat penerima hewan qurban. (Edi)

Komentar

News Feed