oleh

Kadishub: Kereta Api Babaranjang Sumber Kemacetan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak 13 pusat titik kemacetan yang bersinggungan secara langsung terhadap jalur kereta api yang melintas di kota Bandarlampung, dimana salah satu jalan tersebut berada di jalan Sultan Agung.

Adapun, yang diakibatkan oleh lewatnya kereta api Babaranjang yang dapat mengakibatkan kemacetan berdurasi kurang lebih 15 menit, yang menjadi momok bagi masyarakat Bandarlampung sendiri, sehingga dapat mengakibatkan pengaruh negatif terhadap perputaran perekonomian masyarakat Bandarlampung.

Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, usai menghadiri rapat koordinasi percepatan pembangunan jalur kereta api shortcut tegineneng KM 3 Tarahan, stasiun kereta api Bandara dan skybridge yang digelar di  ruang rapat PT.  KAI Divisi Regional IV tanjungkarang Bandarlampung, Senin (22/07/2019).

Bambang menjelaskan, untuk pemangunan shortcut maupun longcut ini sudah sejalan dengan pembangunan kereta apa Bandara. “Karena kita tahu sendiri di Kota Bandarlampung ini ada 13 titik kemacetan, kita sama-sama tau kalau kereta Babaranjang lewat itu memakan waktu 10 sampai 20 menit kadang bisa lebih,” ujarnya.

Bambang juga menambahkan, saat ini untuk jumlah produksi batubara mencapai 25 juta ton itu mencapai 42 pergerakan kereta api.

Artinya apabila 42 pergerakan ditambah lagi dengan 18 pergerakan kereta penumpang dan 60 Lok setiap kereta. Maka dari itu, dalam satu hari hampir setiap beberapa menit kereta akan lewat.

“Ya itu baru 25 juta ton produksi batubaranya, bagaimana nanti kalau produksi batubara nya mencapai 40 juta ton. Maka dari itu kita akan sinkron kan antara pembangunan kereta bandara dengan shortcut dan longcut.  Karena bagaimana juga kereta bandar tidak bisa dilaksanakan pembangunan nya apabila sebelum dibangunnya shorcut,” terangnya. (Harry)

Komentar