oleh

Genjot PAD, Pemkot Metro MoU Sewa Aset

Harianpilar.com, Metro – Wakil Walikota Metro Djohan menandatangani MoU  kerjasama sewa aset lahan Pemkot secara simbolis dengan warga, di Aula ruang rapat Kantor  Badan Pengelolah Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD), Kamis (11/07/2019).

Menurut Kepala BPKAD Supriadi  hal itu dilakukan menindak lanjuti hasil temuan BPK RI perwakilan Lampung.  Pasalnya, dari tahun 2015—2018,  Aset tanah milik pemkot yang dimamfaatkan oleh pihak lain tanpa adanya perjanjian secara tertulis dalam bentuk apapun dan tidak adanya kontribusi ke Pemkot.

“Untuk itu kedepan akan kita tindaklanjuti dengan sewa lahan bagi warga yang menggarap aset tersebut, guna memberi kontribusi PAD ke Kota Metro,” ucapnya.

Dikatakannya, jumlah aset yang memiliki potensi dimiliki, yakini: berupa 5 unit bangunan, 71 bidang lahan. Luas total 698,017 M3. Yang saat ini akan ditandatangani sewa sebanyak 17 bidang dengan jumlah penyewa 21 dan total luas tanah 58,500 M3 dengan kontribusi sewa senilai Rp11,9 juta pertahunnya.

Sementara untuk aset lahan tanah benkok yang selama ini digarap oleh masyarakat secara gratis, kini tidak diperbolehkan lagi. Pengarap harus dikenakan sewa untuk kontribusi daerah.

Wakil Walikota Djohan berharap menjadi yang terbaik bagi Kota Metro. “Kami berharap melalui perjanjian kerjasama ini dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.

Dikatakannya, uang sewa tersebut juga nantinya digunakan untuk masyarakat untuk pembangunan.

Wakil juga berterima kasih kepada para camat, lurah serta pamong yang telah membantu menjembatani sehingga pelaksanaan pemamfaatan sewa tanah dapat terlaksana. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah menjadi mitra penyewa.

Perlu diketahui dari jumlah aset tanah/bangunan milik pemkot jumlah persentase yang sudah dimamfaatkan dalam bentuk sewa baru mencapai 3% dari jumlah total aset. (Zuli)

Komentar

News Feed