oleh

Bank Eka Anggap Pemberian Fee Praktik Lazim Dalam Bisnis Bank

Harianpilar.com, Bandarlampung – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Eka Artha atau Bank Eka menilai pemberian fee atau disebut collection fee pada oknum Bendahara instansi pemerintah yang membantu menyalurkan kredit dan membayarkan ansuran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meminjam bank adalah praktik lazim dalam dalam bisnis bank.

Hal itu terungkap dalam surat Bank Eka untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan Surat Kabar Harian Pilar, dalam surat yang ditandatangani Kepala Cabang Bank Eka, Dewi Gupito Sari, disebutkan bahwa bahwa total kredit yang diberikan Bank Eka dapat dilihat di data laporan publikasi perbankan. “Sedangkan untuk besaran kredit PNS, tidak dapat kami infokan. Karena terkait cara kami menjaga strategi bisnis bank kami, di tengah persaingan bisnis perbankan yang semakin tajam,” ujar Dewi Gupito Sari dalam surat tertanggal 27 Juni 2019 itu.

Menurutnya, collection fee atas asset produktif bank adalah praktik bisnis yang lazim di perbankan, baik bank swasta maupun bank pemerintah dan didasarkan pada perjanjian kerjasama dengan mitra kerja atau dinas/instansi terkait, sehingga merupakan institusional fee yang digunakan untuk mendukung operasional dinas/instansi yang bersangkutan. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI SENIN, 01-JULI-2019)

Komentar

News Feed