oleh

MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo-Sandi Bravo 5 Lampung ‘Serukan’ Rekonsiliasi

Harianpilar.com, Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan demikian, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024. Salah satu relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Bravo 5 Lampung mengajak seluruh pendukung Prabowo-Sandi untuk bersatu membangun Indonesia.

Putusan MK tersebut disepakati sembilan hakim konstitusi tanpa dissenting opinion atau perbedaan pendapat.”Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ucap Ketua Majelis Hakim Konstitusi Anwar Usman.

Dalam putusannya, MK menegaskan lembaganya punya kewenangan untuk mengadili permohonanan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pemohon, yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno selaku pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 dalam Pilpres 2019.”Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili perkara a quo,” ujar Hakim Konstitusi Aswanto.

Diuraikan, hal itu disampaikan MK karena dalam perkara ini pihak pemohon dan pihak terkait telah menyampaikan eksepsi atau keberatan atas permohonan sengketa yang diajukan pemohon.

“Dalam eksepsi, termohon menyatakan permohonan kabur dan melampaui tenggat waktu yang telah ditentukan perundang-undangan,” jelas Aswanto di Gedung MK, Jakarta, seperti dilansir liputan6.com, Kamis (27/06/2019)

Kendati berwenang mengadili, MK menolak hampir semua dalil yang diajukan oleh pemohon. MK antara lain menyebut tidak menemukan adanya bukti terkait ketidaknetralan aparatur negara, dalam hal ini Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI.”Dalil permohonan a quo, bahwa Mahkamah tidak menemukan bukti adanya ketidaknetralan aparatur negara,” kata Hakim Konstitusi Aswanto.

Dia mengatakan, pihaknya telah memeriksa secara seksama berbagai bukti dan keterangan yang disampaikan pemohon, dalam hal ini tim hukum pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu bukti yang diperiksa adalah bukti tentang video adanya imbauan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada aparat TNI dan Polri untuk menyampaikan program pemerintah ke masyarakat.”Hal itu sesuatu hal yang wajar sebagai kepala pemerintahan. Tidak ada ajakan kampanye kepada pemilih,” ucap Aswanto.

Sementara itu, Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengatakan, majelis tidak menemukan adanya indikasi antara ajakan pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin berbaju putih ke TPS dengan perolehan suara.

“Selama berlangsung persidangan, mahkamah tidak menemukan fakta bahwa indikasi ajakan mengenakan baju putih lebih berpengaruh terhadap perolah suara Pemohon dan pihak Terkait,” kata Arief Hidayat.

Oleh karena itu, dalil tersebut dikesampingkan majelis hakim MK. “Dalil Pemohon a quo tidak relevan dan dikesampingkan,” kata Arief.

Terpisah, Ketua Bravo 5 Provinsi Lampung, Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA, mengajak seluruh rakyat Indonesia termasuk pendukung Prabowo-Sandi melupakan perbedaan dan bersatu membangun Indonesia.

“Alhamdulillah keputusan MK sudah diputuskan oleh Majelis Hakim MK yang terhormat. Selamat untuk Bapak Joko Widodo dan Bapak KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Terima kasih juga kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Salahuddin Uno yang telah menjadi mitra pilpres 2019, dan semoga legowo dan menunjukkan kenegarawanan dengan menerima keputusan MK,” ujarnya.

Menurutnya, sudah saatnya seluruh rakyat Indonesia berangkulan dan bergandengan tangan membangun bangsa dan negara Indonesia.

“Mari hentikan segala kekisruhan dan perpecahan yg berkepanjangan ini dan mari kita bersatu kembali untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat dan negara kita,” pungkasnya. (Maryadi)

Komentar

News Feed