oleh

Pilwakot Bandarlampung, Amin Fauzi AT Siap Tarung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Suhu politik menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di provinsi Lampung terus menggeliat. Dari 8 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada, kursi Walikota Bandar Lampung paling banyak diminati para kandidat.

Beberapa nama yang sudah muncul antara lain Eva Dwiana yang merupakan isteri Walikota Bandar Lampung Herman HN, Rycko Menoza, Elty Yunani dan beberapa nama lain yang saat ini masih dibahas di internal Partai Politik. Terakhir tersiar kabar nama Amin Fauzi. AT akan ikut berkompetisi untuk memperebutkan kursi Walikota Bandar Lampung.

Kabar munculnya tokoh Karang Taruna ini dibenarkan oleh Gunawan Handoko yang merupakan orang terdekatnya. Gunawan mengaku telah bertemu dengan Amin Fauzi dan menanyakan langsung perihal tersebut.

“Jadi begini, bung Fauzi tidak ada ambisi untuk mencalonkan diri. Tapi jika masyarakat menghendaki dirinya untuk maju, beliau siap”, ucap Gunawan Handoko seraya menambahkan bahwa target Amin Fauzi AT. adalah untuk jabatan Walikota, bukan Wakil Walikota, Selasa (25/06/2019).

Karena bung Fauzi AT berasal dari suku Lampung asli, maka untuk Wakilnya akan menggandeng dari suku Jawa. Munculnya Fauzi AT tentu akan menambah kompetisi semakin ketat dan tidak bisa dilihat sebelah mata, mengingat Fauzi AT merupakan mantan aktivis pemuda Karang Taruna yang telah banyak berbuat membantu Pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda, khususnya di bidang kesejahteraan sosial.

Selain menyatakan kesiapannya untuk maju, Fauzi AT juga sudah mengantongi program untuk membangun kota Bandar Lampung dengan tetap berwawasan lingkungan.
“Jangan sampai kota ini menjadi hutan beton dan kaca. Masalah kemacetan lalulintas tetap menjadi perhatian, namun hak para pejalan kaki juga tidak boleh diabaikan adalah dengan membangun trotoar yang aman dan nyaman bagi para pejalan kaki,” paparnya.

Hal lain yang menjadi prioritas adalah penanganan banjir yang selalu hadir setiap musim penghujan, akibat tidak berfungsinya drainase yang ada. “Untuk itu perlu dibuat grand desain sistem drainase kota secara menyeluruh,” ujarnya.

Dirinya bertekad akan mencontoh kota Surabaya Jawa Timur dengan melibatkan peran serta masyarakat kota. “Untuk mewujudkannya tentu tidak cukup hanya mengandalkan dari sumber dana APBD, tapi perlu mengajak para investor lokal maupun nasional untuk secara bersama-sama membangun kota Bandar Lampung, dan itu tugas saya”, tukas Fauzi. (Ramona)

Komentar