oleh

Gubernur Tandatangani Petisi DKILampung

Harianpilar.com, Bandarlampung –¬†Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menandatangani petisi pemindahan Ibu Kota Indonesia ke Lampung. Ridho pada prinsifnya mendukunga Lampung jadi ibukota, dengan catatan ada jaminan penduduk asli Lampung tidak terpinggirian.

Ridho berdiskusi panjang dengan Tim DKILampung di sepa-sela acara buka bersama Surat Kabar Harian Pilar dan anak-anak yatim di Hotel Horison Bandarlampung, Kamis (30/05/2019).

Ridho menjelaskan, selama memimpin Lampung pihaknya sudah melaksanakan pembangunan conektivity pada matra laut, udara dan darat yang bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah serta BUMN maupun BUMD dan para pengusaha yang ada di Lampung. Selain itu juga telah membangun sentra industri, pangan, Pemindahan 4 BUMN yakni PT.PINDAD, PT.DI, PT.PAL dan PT.PELNI.

“Pembangunan energi listrik, penambahan ruas jalan darat, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penambahan FASUM dan FASOS serta pembangun sarana pelayanan kesehatan, dan pengembangan wisata integrated,” terangnya.

Sehingga, lanjutnya, peluang Lampung untuk jadi ibukota cukup besar.”Namun yang harus di pastikan adalah jangan sampai orang Lampung terpinggirkan ketika ibukota pindah. Harus ada kajian mendalam terhadap dampak sosialnya,” ungkap Ridho.

Pembangunan ibukota Negara baru RI, menurutnya, harus memperhatikan Kesejahteraan penduduk Lampung pada khususnya dan penduduk pulau lainnya secara umum serta berbasis E-Gorv.

“Jadi pada dasarnya sayasangat mendukung rencana pemindahan ibukota ke Lampung yang suistanable, smart, green, futuristik, dan integrated dari sabang sampai merauke untuk kemajuan nusa bangsa Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi dan multi sektor bisa terwujud berkesinambungan,” pungkasnya. (*)

Komentar