oleh

Empat Parpol Resmi Gugat ke MK

Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak empat partai politik (parpol) dari Lampung secara resmi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Empat parpol itu adalah PKS, Gerindra, Berkarya, dan Demokrat. Mereka menggugat terkait hasil rekapitulasi pemungutan suara pemilu 2019 di provinsi Lampung.

Dipantau dari website resmi MK, www.mahkamahkonstitusi.go.id, gugatan PKS terdaftar dengan Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (APPP) Nomor 24-08-09/AP3-DPRDPRD/PAN.MK/2019 dengan pemohon atas nama Zainudin Paru. Kemudian Partai Gerindra juga mendaftarkan gugatan dengan APPP nomor 70-0209/AP3-DPR-DPRD/PANMK/2019 dengan kuasa yang diberikan kepada pemohon atas nama Alex Candra.

Selanjutnya partai Berkarya, laporan dari Partai Berkarya dengan pemohon Martha Dinata dengan APPP Nomor 239-07O9/AP3-DPR-DPRD/PAN.MK/2019 dan gugatan lainnya oleh pemohon Nimran Abdurahman dengan APPP nomor 29407-09/AP3-DPR-DPRD/PAN.MK/2019. Dan Partai Demokrat atas nama pemohon Ardy Mbalembout dengan nomor APPP 252-14-09/AP3-DPR-DPRD/PAN.MK/ 2019.

Direktur eksekutif DPD Partai Demokrat Lampung Toni Mahasan membenarkan jika partainya telah mengajukam gugatan ke MK.

Namun, dirinya mengungkapkan, sesuai dengan surat dari DPP Partai Demokrat, yang menyatakan bahwa setiap caleg yang ingin bersengketa dalam Pemilu 2019 dipersilahkan mengajukan Iangsung melalui DPP Partai Demokrat.

“Kalau DPD tidak ada kewenangan untuk berkoordinasi dengan itu. Semua kami serahkan ke caleg masing-masing dan berkoordinasi Iangsung dengan DPP,” ujarnya, Senin (27/05/2019).

Toni mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah konfirmasi sudah ada laporan gugatan dari DPP yang akan bersengketa dari Lampung. ”Sepertinya ada, hanya saja DPP belum memberitahu secara resmi. Kalau untuk partai sudah menerima dan hasilnya tidak ada masalah,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus, Mukhlis Basri juga membenarkan perihal partainya telah mengajukan gugatan ke MK. Dikatakannya, partainya memang mengajukan gugatan ke MK karena merasa suara partai hilang.

“lya kami mengajukan ke MK. lya karena kami merasa ada suara partai kami yang hilang. Makanya itu kami ajukan ke MK, karena yang jelas ini sangat merugikan partai,” tandasnya. (Ramona/Maryadi)

Komentar