oleh

PDIP Tunggu Keputusan Pusat

Harianpilar.com, Bandarlampung – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung menyatakan masih menunggu instruksi dari DPP partai terkait pengisian jatah kursi Ketua DPRD Lampung.

Seperti diketahui, PDIP Lampung meraih kursi terbanyak dalam proses Pemilu 2019 di Provinsi Lampung, dengan 19 kursi. Artinya, PDIP dipastikan akan mempertahankan jatah kursi ketua DPRD Lampung yang saat ini masih dipegang partai banteng moncong putih ini.

“Sampai saat ini, kita (DPD PDIP Lampung) masih menunggu instruksi dan keputusan dari DPP terkait bagaimana dan siapa yang akan ditunjuk untuk menjabat ketua dewan. Karena ini kewenangan DPP, dalam hal ini ketum Bu Megawati,” terang Sekretaris DPD PDIP Lampung, Mingrum Gumay, Kamis (23/05/2019).

Menurutnya, dalam pengisian jabatan pimpinan DPRD kabupaten/kota dan provinsi, salah satu pertimbangannya calon ketua, sekretaris dan bendahara ditingkatan masing-masing mendapat prioritas. Selebihnya melalui rapat pleno baik di DPC maupun DPD di masing-masing kabupaten, bisa mengusulkan nama-nama.

“Yang diusulkan ini selain jabatan, juga dilihat loyalitas dan dedikasi serta idiologi termasuk tes psikologi. Itu merupakan domain sepenuhnya ketua umum PDIP Perjuangan, jadi siapapun yang ditunjuk oleh ketua umum, tegak lurus saja dijalani oleh seluruh kader partai tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Meskipun namanya digaungkan sebagai salah satu kandidat Ketua DPRD Provinsi Lampung, la selaku Sekretaris DPD PDIP Lampung, menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP.

“Sampai hari ini, penetapan hasil pileg dan pilpres kalau sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Rl yakni tanggal 22 Mei. Tentunya kalau ada evaluasi hasil pileg dan pilpres yang dilakukan DPD Lampung, kita akan lihat daerah yang unggul dan yang kalah. Kita punya data base, data ini kita slot, kekuatan kita dimana, kelemahannya apa, solusinya bagaimana, ancamannya apa, nah itu kajiannya,” terangnya.

Bahkan, tambah dia, distribusi kader dari setiap badan dan tingkatannya, _ akan dievaluasi secara menyeluruh sambil menunggu masukan dari bawah.

“Karena yang kita pahami bahwa setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda baik suasana kebatinan masyarakat, kearifan lokalnya, kemajukannya, secara geopolitik seperti itu,” tandasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan kembali mengisi kursi Ketua DPRD Lampung periode 2019 – 2024. Merujuk hasil perolehan kursi pemilu 2019 partai moncong putih ini sukses meraih kursi terbanyak dengan 19 kursi.

Sementara empat kursi wakil ketua dipastikan direbut Gerindra yang meraih 11 kursi, Golkar dan Demokrat masing-masing 10 kursi  serta Nasdem 9  kursi. Sedangkan PKS dan PKB yang juga meraih 9 kursi harus mengiklaskan kursi pimpinan dewan untuk Nasdem, karena kalah total raihan jumlah suara.  Sementara PAN dengan 7 kursi dan PPP dengan 1 kursi tentu jauh dari kesempatan meraih kursi pimpinan. (nama dan foto caleg terpilih hal 4-5).

Wakil Ketua DPD PDIP Lampung, Watoni Noerdin menjelaskan, partainya memiliki proses dan mekanisme dalam meentukan siapa calon pimpinan dewan. “Tentunya kita ada mekanismenya tersendiri. Pertama, tentnya DPP akan meminta DPD untuk mengajukan nama untuk diajukan. Lalu DPD akan menindaklanjutinya. Ini sudah diatur juga dalam SK DPP,” jelasnya, kemarin.

Nantinya, lanjut Watoni, DPD akan mengajukan tiga nama ke DPP untuk mengikuti fit and proper test serta penilaian langsung oleh DPP. “Karena DPP nanti yang mempunyai wewenang untuk memilih siapa yang layak untuk dijadikan pimpinan dewan,” ungkap Watoni yang juga caleg terpilih ini.

Dijelaskanya, tiga nama yang diusulkan itu nantinya adalah satu struktur tertinggi dalam partai yang menjadi anggota dewan terpilih dan dua nama lainya yang juga menjadi anggota dewan terpilih.

“Untuk struktur tertinggi itu ketua atau sekretaris. Tapi disini ketua (Sudin, red) terpilih di DPR RI, maka yang sudah pasti diusulkan adalah sekretaris Saudara Mingrum Gumay. Dan dua nama lainya bisa jadi pengurus yang terpilih jadi dewan. Bisa juga diluar pengurus yang terpilih,” paparnya.

Disingung soal Mingrum yang digadang jadi ketua, Watoni tampaknya mengamini terkait hal tersebut. “Ya jika memang itu menjadi keputusan yang terbaik, maka tidak jadi masalah,” tukasnya. (Ramona)

Komentar

News Feed