Polda Tetapkan 6 Kabupaten Rawan Pemilu 2019

Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto pada apel Operasi Mantap Brata Krakatau 2019, Minggu (14/04/2019)

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto menyatakan ada enam kabupaten dinyatakan rawan pada pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang jatuh pada 17 April 2019  yaitu  Kabupaten Mesuji, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat,  dan Lampung Barat.

” Enam kabupaten tersebut juga mendominasi jumlah TPS rawan dengan rincian 310 TPS rawan, dan 108 TPS sangat rawan dari 26.265 jumlah TPS yang ada di Provinsi Lampung,” kata dia, usai memimpin apel gabungan persiapan pengamanan Pemilu  2019 di Lapangan Korpri Pemprov Lampung, di Bandarlampung, Minggu (14/04/2019).

Berdasarkan hasil evaluasi intelejen, lanjut dia, daerah rawan sudah disikapi, dan sudah dilengkapi dengan petugas, ada pengamanan terbuka dan tertutup, jaminan TNI Polri, agar tidak ada intimidasi dan provokasi ke warga.

Kapolda menambahkan, ada beberapa faktor yang menentukan rawan yakni, terorisme, konflik sosial,  dan kasus kriminalitas.

“Faktor  rawan tersebut sudah disampaikan dan dipetakan sedemikian rupa, sehingga penanganannya sesuai dengan kebutuhan kerawanan daerah,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,sambung Kapolda, seperti konflik sosial, kriminalitas, terorisme, hingga intimidasi, upaya preemtif, preventif, hingga represif sudah disiapkan. Bahkan, Kapolda tak memungkiri jika sniper, juga disiapkan.

“Kalau untuk penindakan sudah ada SOP, mulai dari teguran lisan, Penggunaan tangan kosong lunak, tangan kosong keras hingga senjata api. Untuk itu (sniper) saya rasa sudah ada pasukannya di TNI dan Polri, tapi kita tetap utamakan untuk soft power,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Lampung menekankan kepada personelnya agar menyiapkan fisik dan mental dalam mengawal Pemilu 2019 di Provinsi Lampung, pada 17 April 2019.

“Fisik dan mental dengan dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi, sehingga dapat menampilkan jati diri TNI-Polri serta bersikap netral dalam pelaksanaan pemilu,” kata dia.

Selain itu, Purwadi juga meminta kepada personelnya agar mematuhi undang-undang serta standar operasional prosedur (SOP) pengamanan di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing.

Ia juga meminta personelnya segera melakukan koordinasi dengan kapolres maupun kapolsek untuk mengetahui situasi dan kondisi di masing-masing TPS yang menjadi tanggung jawab personel pengamanan.

“Setelah sampai di TPS segera melakukan koordinasi dengan KPPS masing-masing dan ketahui benar perangkat petugas TPS serta mengamankan dan mengawal surat suara yang belum tiba di TPS,” katanya lagi.

Dia menambahkan personel juga diwajibkan memberikan pengawalan terhadap kotak suara maupun surat suara yang sudah selesai direkap di TPS dan pastikan logistik pemilu tersebut aman sampai di PPK.

“Hindari pelanggaran maupun penyimpangan dan maksimalkan penggunaan alat komunikasi untuk kecepatan informasi dan permohonan bantuan kepada personel terdekat,” katanya menerangkan.

Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto memimpin apel Operasi Mantap Brata Krakatau di Lapangan Korpri Pemprov Lampung diikuti ribuan personel gabungan TNI-Polri dalam rangka pengamanan TPS, pada 17 April 2019.

Apel Operasi Mantap Brata Krakatau itu, diikuti sebanyak 1.948 personel Polda Lampung, 6.692 personel polres dan polresta jajaran Polda Lampung, 1.465 personel Korem 043/Garuda Hitam dan jajaran, 25 personel Lanal Lampung, 315 personel Brigif 4 Marinir/BS, 25 personel Lanud, dan 52.530 personel Linmas. (Maryadi)

Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *