Caleg Partai Baru Belum Banyak Bicara

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kursi perwakilan rakyat DPR RI sepertinya masih didominasi oleh caleg dari partai lama. Bahkan, hasil survei yang dilakukan Rakata Institute bulan ini, diprediksi tidak ada satupun caleg DPR RI asal partai baru yang lolos ke Senayan.

Menurut Akademisi Unila Dedi Hermawan, belum lakunya caleg asal partai baru (Perindo, Garuda, PSI dan Berkarya) disebabkan, belum maksimalnya caleg dalam melakukan sosialisasi.

“Caleg dari partai baru yang lolos memang susah untuk lolos ke Senayan, untuk itu diperlukan langkah-langkah politik yang maksimal untuk terjun langsung ke masyarakat,” kata Dedi, Jum’at (12/04/2019).

Selain itu, caleg dari partai baru juga sangat minim modal materi. Sehingga sangat sulit untuk menjadi wakil rakyat menuju ke Senayan.

“Modal materi atau amunisi yang tidak kuat juga menjadi salah satu faktor utama agar caleg dari partai baru dapat terpilih serta tidak cerdas membaca pasar politik,” ungkapnya.

Dalam rilis survei Rakata Institute pertanggal 1-6 April perolehan suara parpol baru tidak tidak ada yang mencapai dua persen. Sementara, untuk caleg DPR RI asal partai baru tingkat elektabilitasnya tidak ada yang masuk 20 besar tingkat keterpilihan.

Ketua DPW PSI Lampung Beni Arifin menghormati hasil survei yang dilakukan oleh Rakata Institute terkait hasil survei parpolnya. Dia berharap, dimenit-menit terakhir ini, seluruh kader PSI Lampung untuk menggenjot dan meraup suara sebanyak-banyaknya.

“Kita hormati hasil survei, masih ada harapan dibeberapa hari ini, anak muda gak boleh menyerah.Berjuang sudah maksimal dan masih berharap atas doa-doa masyarakat yang ingin PSI lolos 4%,” ujarnya.

Untuk, target di Senayan, Beni menargetkan satu kursi dimasing-masing dapil, dapil 1 dan dapil 2. Namun, jika melihat probabilitas, persentase memperoleh kursi ada di dapil 2.

“Hasil survei itu kan margin of errornya 3 %, masih ada harapan sampai penghitungan dan pleno. Kalau margin of errornya ke PSI, maka PSI memiliki peluang untuk ke Senayan. Survei itu benar tapi belum tentu final,” tandasnya. (Ramona)

Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *