oleh

Setelah Pilgub Lampung Nusron Wahid Terseret ‘Amplop Serangan Fajar’

Harianpilar.com, Bandarlampung – Setelah heboh karena berada di gudang logistik milik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Cholim saat Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) menggerebek gudang logistik yang berada di Bukit Kemuning pada Jumat 25 Mei 2018 lalu, kini Nusron Wahid diseret oleh anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso sebagai pihak yang memerintahkan menyiapkan 400 ribu lembar amplop berisi uang yang di duga untuk serangan fajar.

Amplop itu disita Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terkait kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). “Saya diminta oleh partai menyiapkan 400 ribu. Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400 ribu,” singkat Bowo Sidik setelah diperiksa KPK, seperti dilansidr Suara.com, Selasa (09/04/2019)

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yakni anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso (BSP), Indung (IND) dari unsur swasta, dan Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (AWI). Dalam penyidikan kasus itu, KPK masih mendalami proses kerja sama antara PT PILOG dengan PT HTK. Selain itu, KPK juga masih mendalami lebih lanjut dugaan penerimaan-penerimaan lain yang sudah diidentifikasi sebelumnya yang diduga diterima oleh tersangka Bowo. (BERITA SELENGKAPNYA BACA DI SURAT KABAR HARIAN PILAR EDISI HARI RABU, 10-APRIL-2019) 

Komentar

News Feed