oleh

Taman Tugu Pengantin Pesawaran Kumuh

Harianpilar.com, Pesawaran – Keberadaan Taman Tugu Pengantin milik Dinas PU Penata Ruang Pesawaran (PUPR) Pesawaran dipertanyakan. Lantaran, kondisi Taman Garuda Tugu Pengantin yang merupakan salah satu icon Kabupaten Pesawaran itu, saat ini kondisnya terlihat kumuh karena kurang perawatan dari pihak Dinas terkait.

Dikatakan Ketua Karang Taruna Gedongtataan, Bastian Fernandes, sudah satu bulan ini lokasi Tugu pengantin ketika malam tampak gelap gulita akibat tidak hidupnya lampu penerangan dilokasi Tugu Pengantin tersebut. Dan diperparah lagi air mancur Tugu Pengantin juga turut tidak difungsikan, sehingga kesan kumuh dan tidak terawatnya tampak jelas terlihat.

“Semenjak dialihkannya perawatan dari petugas yang biasanya mengurus Taman Tugu Pengantin, sekarang kondisinya tidak terlihat nyaman dan asri lagi. Biasanya kalo malam Tugu Pengantin terlihat sangat indah saat malam hari,” ungkap Bastian, Senin (01/04/2019).

Belum lagi kata Bastian, sekitaran lokasi Tugun Pengantin banyak ditumbuhi rumput liar. Sehingga menyebabkan tulisan Kabupaten Pesawaran tertutup oleh rumput liar  yang menjulang. Dan belum lagi, tumpukan sampah sisa bekas corran matrial yang ditinggalkan oleh pihak rekanan. Membuat renovasi Tugu Pengantin tersebut terkesan asal jadi.

“Sepengetahuan saya Taman Tugu Pengantin itu baru tiga bulan ini selesai dikerjakan, tapi kalau melihat kondisinya sekarang waduh sungguh memperihatinkan, bang. Sayang amat dana milyaran untuk pembangunan Tugu Pengantin kalo tidak dirawat seperti itu. Entah siapa orang yang ditunjuk sekarang ini untuk merawatnya,” cetusnya.

Memprihatinkannya kondisi Tugu Pengantin yang terletak dipersimpangan Gedongtataan itu juga kata dia, terlihat pada cat warna bangunan yang sudah tampak memudar. Dimana cat warna Garuda Tugu Pengantin tepatnya diarel kolam sudah banyak yang terkelupas. Membuat Taman Tugu pengantin yang selama ini banyak dikunjungi para muda mudi untuk bersantai ria dan berfoto selfie tidak lagi diminati mereka.

“Tidak dihidupkannya air mancur kolam membuat ikan yang kami isi pada mati, karena sirkulasi air kolam tidak berfungsi. Ya kalo petugas sekarang ini malas-malasan, kami juga selaku pemuda Karang Taruna Gedongtaan siap membnatu sekiranya diperlukan dalam menjaga aset yang menjadi kebanggan Pemda pesawaran ini,” ujar Bastian. (Fahmi)

Komentar

News Feed