Pelaku Pencuri Murai Batu Dibekuk

Harianpilar.com, Tanggamus –  Mersan Hadi alias Ican (20) warga Pekon Gunung Tiga Ulu Belu, tersangka pengungsi dengan pemberatan (Curat) burung murai batu berhadiah Rp. 12 juta di Pekon Ngarip Kecamatan Ulu Belu Tanggamus berhasil dibekuk.

Dari penangkapan tersebut, petugas Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus juga berhasil menyelamatkan barang bukti yang 1 ekor burung murai batu.
Kapolsek Pulau Panggung Polres Tanggamus mengatakan, AKP Budi Harto, SH. tersangka ditangkap berdasarkan penyelidikan laporannya Deky Arisandi (31) warga Pekon Ngarip.

Dimana korban memiliki kelebihan burung Murai bernilai Rp. 12 juta berikut ini, pada tanggal 24 Nopember 2018. “Berdasarkan permintaan tersebut, tersangka berhasil diambil pada Kamis (07/02/2019) pukul 03.00 Wib saat berada dirumah mertuanya di Pekon Pagaralam Kecamatan Ulu Belu Tanggamus,” kata AKP Budi Harto Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

Berdasarkan penuturan tersangka dalam pelepasan tersebut dia tidak memiliki diri sendiri, dilepaskan bersama rekannya berinisial IY yang telah diluncurkan saat pengembangan. “Pelaku melakukan pelacakan bersama IY, saat ini telah di DPO,” ujar AKP Budi Harto.

Kapolsek AKP Budi Harto menjelaskan, modus tersangka melakukan aksi kekerasannya dengan cara memanjat dinding tembok bagian belakang rumah, kemudian mengambil burung murai yang diletakan di teras gudang rumah korban. “Modusnya, kedua melawan memanjat dinding rumah bagian belakang, setelah berhasil masuk lalu mengambil burung dari kandang.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, saat ini tersangka diamankan di Polsek Pulau Panggung guna proses penyidikan lebih lanjut. “Tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana hukuman maksimum 7 tahun penjara,” tandas AKP Budi Harto.

Sementara berdasarkan keterangan korban, undurkan diketahuinya saat pulang dari kebun jam 11.45 WIB. “Saya pulang dari kebun mengecek burung murai ini yang diangkut di gudang gudang tempat burung digantungkan, dan burung murai ini sudah jadi,” kata korban. dalam laporannya Kamis (24/11/2018).

Dilain pihak, Hangka alias tersangka Mersan Ican dihadapan penyidik ​​mengakui tindakannya, dan niatnya burung tersebut akan dijual. Namun karena belum laku maka masih dipelihara olehnya. “Bukan apa-apa, tapi aku tidak beruntung,” tutur pria berpostur kecil tersebut. (Asis/Imron)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *