Menelisik Indikasi Penyimpangan Renovasi SMPN 1 Simpangpematang

Harianpilar.com, Mesuji –¬†Pembangunan renovasi di Sekolah Menenagah Pertama Negeri (SMPN) 1 Simpangpematang, Kabupaten Mesuji yang menelan anggaran Rp980.000.000 diduga syarat penyimpangan. Hal itu dilihat dari beberapa item pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah setempat.

Indikasi penyimpangan mulai terlihat dari renovasi gerbang, dimana pengakuan pihak sekolah dana renovasi gerbang tersebut menghabiskan anggaran Rp50juta, sedangkan dalam pelaksanaan pembangunan fisiknya yakni hanya pergantian pintu dan memperbaiki bagian atas. Hal itu juga diakui salah satu petugas yang enggan disebut namanya bahwa pembelian pintu gerbang dan perbaikan bagian atasnya tidak menghabiskan anggaran sebesar Rp50juta seperti yang dianggarkan.

“Tidak habis segitu (Rp50 juta), tapi saya kurang tahu apakah renovasi gerbang ini memang dianggarkan Rp50juta atau bukan. Tetapi yang jelas renovasinya tidak menghabiskan dana sebesar itu,”singkatnya, baru-baru ini.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 1 Simpangpematang, Komsiyati, yang juga penanggungjawab kegiatan pembangunan swakelola SMPN1 tersebut mengatakan bahwa seluruh pembangunan tersebut sudah usai dikerjakan dan diperiksa oleh pihak kementrian.”Itu sudah selesai, kementrian sudah tandatangan, laporan sudah diselesaikan dan sudah masuk anggaran baru. Sedangkan konsultan itu kita melakukan kerjasama dan ditunjuk oleh dinas,”paparnya.

Tidak hanya itu, Komsiyati juga menjelaskan bahwa anggaran Rp980 juta yang diperoleh dan dikelola oleh SMPN1 ini digunakan untuk bangunan sebanyak 8 item pekerjaan. “Dana Rp980 juta itu tidak hanya satu pekerjaan saja. Tetapi ada 8 kegiatan renovasi,”jelasnya.

Komsiyati tidak menampik bahwa setiap pekerjaan itu pasti ada keselahan. “Tetapi kita sudah melaksanakan kerja semaksimal mungkin untuk meminalisir kesalahan yang bakal terjadi,” ungkapnya.

Namun sayang, saat ditanya berapa anggaran yang dihabiskan untuk renovasi gerbang, antara Kepala Sekolah dan Bendahara memiliki jawaban yang berbeda, dimana bendahara mengakui bahwa anggaran itu sekitar 50 juta lebih, sedangkan kepala sekolah mengatakan bahwa tidak habis Rp40 juta.”Kalau tidak salah sekitar Rp50 juta,”jelas Bendahara.

Namun, kepala sekolah memberi keterangan berbeda,”Kayaknya bukan Rp50juta tetapi sekitar Rp40,”tegas Kepela Sekolah.Sementara saat ditanya rincian setiap kegiatan Komsiyati tidak bisa menjelaskan, namun itu semua panitia yang mengetahuinya.Sedangkan dalam papan informasi plang proyek bahwa Pembuatan kamar mandi, yang dulu ruangan lab biologi diubah menjadi kamar mandi dan disabelitas dengan anggaran Rp498.567.275. (Sandri)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *