Dishub Pesawaran Akan Tetibkan Parkir Liar

Kadishub Pesawaran, Drs Afdal Faisal, M.Si

Harianpilar.com, Pesawaran –¬†Maraknya parkir liar di sejumlah wilayah Kabupaten Pesawaran akan segera di tertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Disbuh akan melakukan pendataan lahan parkir dan menerbitkan surat tugas kepada petugas pengelola parkir sendiri.

Kepala Dishub Pesawaran, Drs Afdal Faisal,M.Si, mengatakan, besaran pungutan parkir juga akan ditentukan melalui retribusi parkir yang ditetapkan melalui karcis yang dikeluarkan oleh Dishub. Sebab, katanya, selama ini masih banyak penarikan parkir pada titik tertentu dilakukan dengan atau tanpa karcis resmi.

“Ya ditahun 2019 ini penarikan dari retribusi parkir akan lebih ditertibkan lagi, sehingga besaran pungutan pun semunya sama sesuai dengan yang tertera pada karcis. Jangan sampai penarikan mengatas namakan parkir namun masuk kantong pribadi,” tegas Afdal, Minggu (10/02/2019).

Menurut Afdal, untuk jenis penarikan retribusi parkir ini terbagi dua yakni lahan parkir tepi jalan dan lahan parkir khusus. Dimana retribusi untuk lahan parkir itu dikelola oleh Dishub sendiri. Sedangkan untuk pungutan dari pajak parkir dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesawaran setiap tahunnya.

Selanjutnya, ditahun 2019 besaran target PAD dari sektor parkir dan izin trayek secara keseluruhan Rp 445.950.000/tahun. Ia merincikan, besaran parkir untuk kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp 2000,-, kemudian untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 3000 ,-. Sedangkan untuk pembuatan izin trayek sampai masa batas berlaku ditarif dengan kisaran tidak kurang dari Rp 200 ribu perunit kendaraan roda empat.” PAD dari parkir dan izin trayek tahun 2019 mengalami peningkatan dari tahun lalu, kalo tahun lalu hanya Rp 200 juta/tahun, sekarang menjadi Rp 445,950 juta/tahun. Adapun untuk cara kerja pungutan parkir, petugas bisa memungut setiap hari ataupun mingguan dengan tentunya tidak lepas dari pengawasan kita (Dishub-red),” ulas Afdal.

Dan masih kata Afdal, guna membedakan antara parkir resmi dan parkir ilegal. Selain petugas parkir dilapangan mengantongi surat tugas, mereka juga dibekali kelengkapan topi maupun baju khusus parkir berwarena oranye.” Nah kalo ditemukan ada petugas parkir gadungan yang tidak mengantongi surat tugas resmi, lalu dia melakukan pungutan/penarikan lahan parkir maka segera laporkan kepihak berwajib, karena jelas itu merupakan pungli dan meresahkan masyarakat,” pungkasnya. (Fahmi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *