Kontraktornya Kena OTT KPK Didesak Usut Proyek Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) didesak terus mengembangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Mesuji Khamami dan kontraktor Sibron Aziz. Termasuk menelusuri proyek Kementerian PUPR di Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I dan II Lampung yang dikerjakan PT. Suci Karya Badinusa (Subanus) yang kantornya di segel KPK dalam rangkaian OTT itu.

Sebab, sama seperti di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji, dimana PT. Subanus hampir setiap tahun mendapat proyek bernilai besar di Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I dan II Lampung.”Informasi PT. Subanus yang selalu mendapat proyek bernilai besar di Dinas PUPR Mesuji dan (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I dan II Lampung merupakan petunjuk awal. Karena itu KPK terus mengembangkan hasil OTT itu dengan mengusut proyek Kementerian PUPR itu,” ungkap Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Rabu (30/01/2019).

Menurutnya, KPK harus menelusuri seluruh proyek yang bersentuhan dengan Sibron Aziz atau perusahaanya untuk memastikan apakah proyek-proyek itu melalui proses seperti yang terjadi di Mesuji atau tidak. “Kita yakin KPK akan mengusut masalah KKN hingga ke akar-akarnya. Kita cuma mengingatkan agar pengusutan kasus korupsi di Lampung ini jangan setengah-setangah,” tandasnya.

Apriza menjelaskan, KPK harus menelusuri seperti apa proses PT. Subanus dalam memperoleh proyek setiap tahunnya di Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I dan II Lampung dan seperti apa perealisasiannya di lapangan. Sebab, terdapat kesamaan dimana PT. Subanus hampir setiap tahun mendapat proyek bernilai besar di Dinas PUPR Mesuji dan Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Lampung.”OTT KPK ini harus dijadikan momentum perang terhadap KKN secara menyeluruh di Lampung. Setiap indikasi KKN yang ada harus diusut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kontraktor Sibron Azis yang turut diamankan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) bersama Bupati Mesuji, Khamami dan sejumlah pihak lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), selain langganan menggarap proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji, ternyata juga menggarap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berlokasi di Lampung dengan anggaran mencapai ratusan miliar.

Seperti diketahui, KPK juga melakukan penyegelan terhadap Kantor PT. Suci Karya Badinusa (Subanus) yang berada di Jalan DR. Harun II Nomor 08 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Tanjungkarang Timur Kota Bandarlampung. Dari penelusuran Harian Pilar, PT. Subanus yang diduga kuat juga milik Sibron Aziz ini sejak tahun 2016 sampai 2019 langgaran mengerjakan proyek Kementerian PUPR yang berlokasi di Lampung dengan total anggaran Rp105 Miliar.

Dengan rincian, tahun 2016 PT. Subanus mengerjakan proyek Rehabilitasi/ Pemeliharaan Berkala Jembatan Wilayah II Lampung senilai Rp 23.199.795.000, tahun 2017 PT. Subanus mengerjakan dua proyek sekaligus yakni Preservasi Rehabilitasi Jalan Bts. Prov. Bengkulu-SP.Gunung Kemala, Padang Tambak – SP. Gunung Kemala senilai Rp24.051.450.000, dan proyek Penggantian Jembatan di Wilayah I Provinsi Lampung senilai Rp 13.461.149.000.

Kemudian, pada tahun 2018 PT. Subanus mengerjakan proyek Penggantian Jembatan Way Pengubuan senilai Rp23.293.293.000, dan pada tahun 2019 PT. Subanus memenangkan tender proyek Pembangunan Duplikasi Jembatan Way Umpu senilai Rp 21.376.591.309. Sehingga total nilai proyek Kementerian PUPR yang dikerjakan PT. Subanus Rp105.382.278.309.

PT. Subanus juga langganan menggarap proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji bernilai besar. Dari dokumen yang diperoleh Harian Pilar, PT. Suci Karya Badinusa (Subanus) yang diduga milik Sibron Aziz tahun 2015 dan 2016 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai puluhan miliar di Dinas PUPR Mesuji.

Tahun 2015, PT. Subanus mengerjakan proyek pengadaan bahan material Kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp23.236.539.033. Kemudian, tahun 2016 PT. Subanus mengerjakan dua paket proyek sekaligus, yakni Peningkatan Jalan Ruas Jalan Budi Aji – Adi Luhur (HOTMIX) senilai Rp8.640.000.000, dan Peningkatan Jalan Ruas Jalan Sp.Pematang – Budi Aji (HOTMIX) senilai Rp3.240.000.000.

Sementara, PT. Jasa Promix Nusantara dan CV. Sesilia Putri yang disebut oleh KPK juga milik Sibron Aziz tahun 2018 masing-masing memenangkan dua paket proyek dengan nilai miliaran. PT. Jasa Promis Nusantara memenangkan tender proyek pengadaan bahan material ruas brabasan – mekarsari senilai Rp3.754.379.000, dan proyek Pengadaan base senilai Rp9.242.750.000. Sementara, CV. Sesilia Putri memenangkan tender proyek Pengadaan bahan material penambahan kanan-kiri (segitiga emas-muara tenang) senilai Rp1.226.829.000, dan proyek Pengadaan base Labuhan Mulya – Labuhan Baru – Labuhan Batin senilai Rp1.477.400.000.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi pada Rabu (23/01/2019) hingga Kamis (24/01/2019) di Lampung. Secara keseluruhan, KPK mengamankan total 11 orang di tiga lokasi di Kota Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Mesuji.

Mereka adalah, Khamami (KHM) Bupati Mesuji periode 2017 2022, Taufik Hidayat (TH) Swasta – Adik Bupati Mesuji, Wawan Suhendra (WS) Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).Lalu Sibron Azis (SA) Pemilik PT. Jasa Promix Nusantara (JPN) dan PT. Secilia Putri (SP), Kardinal (K) swasta, Najmul Fikri (NF) Kepala Dinas PUPR Kab Mesuji, Lutfi M (LM) PPTK Kasi Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Kab Mesuji.
Serta Mai Darmawan (MA) Swasta rekan TH, SF dan N (2 Staff bagian keuangan, karyawan SA) dan juga seorang supir Bupati.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dan hasil pantauan tim di lapangan, pada Rabu (23/01/2019) sekitar pukul 15.00 tim KPK mengamankan TH (adik Bupati Mesuji) di depan toko Ban di Lampung Tengah.”Dari lokasi tim mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar dalam pecahan Rp100 ribu yang dimasukkan ke dalam kotak kardus air mineral,” ujar Basaria seperti dilansir sindonews.com, Kamis (24/01/2019).

Selain itu, tim KPK juga mengamkan dua orang lainnya di lokasi yang sama yaitu MD (rekan TH) dan supir Bupati Mesuji. Sebelumnya MD dan K membawa uang SA dari Bandar Lampung ke tempat TH di Lampung. “Uang di titipkan di toko Ban menunggu TH datang ke toko Ban, dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah,” jelasnya.

Sekitar pukul 15.30 tim KPK bergerak ke Jalan Bandar Jaya, Lampung Tengah, dan mengamankan K yang merupakan pihak perantara SA. Pukul 15.50 tim lainnya bergerak ke kantor milik SA di Jl Harun Tanjung Karang Timur dan mengamankan SA bersama dua orang staf keuangan.Pada kamis (24/01/2019) sekitar pukul 01.00 dini hari, tim menuju ke Rumah Dinas Bupati dan mengamankan Bupati Mesuji Khamami. Selanjutnya, pukul 06.00 tim mengamankan WS di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten.

“Terhadap 11 orang yang diamankan tersebut, tim melakukan pemeriksaan awal di Polres Lampung Tengah, Polres Mesuji, dan Polda Lampung. Hari ini Kamis (24/01/2019) semuanya diterbangkan ke Jakarta dan tiba dalam dua waktu kedatangan sekitar pukul 09.00 dan pukul 15.50 WIB di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Basaria.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan bupati Mesuji Khamami (KHM) tersangka suap terkait pembangunan proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji pada tahun anggaran 2018.Selain Khamami, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yakni Taufik Hidayat adik dari Bupati Mesuji, Wawan Suhendra Sekretaris Dinas PUPR sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Lalu Sibron Azis Pemilik PT Jasa Promix Nusantara (JPN) dan PT Secilia Putri (SP) serta Kardinal sebagai pihak swasta. Selain itu, KPK juga menyegel Kantor PT Subanus, Rumah Dinas Bupati Mesuji dan Kantor Dinas PUPR Mesuji. (Sdn/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *