Pemkab Pesawaran Perketat Pemberian Dana TTP

Harianpilar.com, Pesawaran –¬†Pemerintah Kabupaten Pesawaran medio Januari 2019 mulai memperketat terkait pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemkab setempat.

Hal ini ditegaskan Setdakab Pesawaran, Ir. H. Kesuma Dewangsa, Rabu (16/01/2019).

Kesuma mengatakan, dasar diperketatnya pemberian TPP bagi para PNS yang bernaung di Pemda Pesawaran ini bukanlah tanpa dasar. Namun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 21 tahun 2011, dengan dipertegas melalui Peraturan Bupati (Perbup) Pesawaran nomor 25 tahun 2017 tentang pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil.

Dan perealisasian Tunjangan Penghasilan Pegawa (TPP) pada tahun 2019 ini, kata Kesuma menjelaskan, tidak seperti realisasi tunjangan kinerja seperti ditahun sebelumnya. Dimana, untuk tahun 2019 ini, TPP diberikan berdasarkan penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang mesti dicapai, dengan disesuaikan tingkat kehadiran pegawai bersangkutan (absensi).

“Terkait perubahan tunjangan kinerja (Tukin) menjadi TPP ini juga merupakan saran dari KPK. Dimana TPP ini diberikan setelah melihat kerja yang dicapai oleh pegawai tersebut melalui penilaian SKP. Artinya para pegawai tersebut harus mempunyai target dalam bekerja. Dan TPP itu bisa diterima mereka (PNS-red) sebulan setelahnya. Dan seandainya selama sebulan itu beban kerja bersangkutan tidak terpenuhi, dan apalagi tingkat kehadirannya amburadul alias malas, maka TPP nya dipastikan tidak sepenuhnya diberikan dari yang semesti ia terima,” papar Setdakab Pesawaran, Kesuma Dewangsa, Rabu (16/01/2019).

Kesuma menghimbau kepada seluruh PNS yang bertugas dilingkungan Pemda Pesawaran, kiranya lebih meningkatkan etos kerja dan kedisiplinannya. Sehingga TPP yang diterimanya benar-benar bermanfaat sebagai tambahan dari gaji pokok yang diterimanya setiap bulan.

“Ya, dengan adanya saran KPK dan mengacu pada peraturan permendagri dan perbup terkait TPP ini, diharapkan memacu para PNS untuk lebih giat lagi dan memiliki rasa beban kerja dan target dalam bekerja, serta meningkatkan kedisiplinan dalam bertugas. Untuk itu kedepannya absensi kita akan menggunakan sidik jari, sehingga tidak ada lagi terdengar PNS datang siang apalagi bolos. Ya Kalo PNS tersebut masih malas, tidak segan-segan TPPnya bakal dipotong, kan rugi sendiri dia,” tegas Kesuma, melalui telephon selulernya, Rabu (16/01/2019). (Fahmi/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *