DBD Serang 21 Warga Pasir Sakti

Bupati Lamtim Chusnunia Chalim memeritahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur untuk melakukan fogging ke seluruh desa terjangkit DBD.

Harianpilar.com, Lampung Timur – Sebanyak 21 warga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ke 21 warga tersebut tersebar di delapan desa di Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, terserang penyakit DBD.

Menurut laporan yang ada di Puskesmas Pasir Sakti, pada bulan Desember yang lalu diketahui terdapat 21 kasus terduga demam berdarah dengue, dan pada bulan Januari sampai dengan saat ini sudah ada 17 kasus terduga DBD yang mana dari kasus itu 10 orang diantaranya dinyatakan positif terjangkit DBD.

Berkaca pada hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur dan jajaran puskesmas telah melakukan fogging ke seluruh desa terjangkit DBD.

Selain itu dihimbau pula kepada masyarakat untuk pro aktif melakukan tahapan-tahapan pencegahan DBD di kediaman masing-masing seperti membersihkan bak mandi seminggu sekali, memperhatikan perabotan rumah tangga yang menampung air (vas bunga, dan lainya), tidak menumpuk atau menggantung baju terlalu lama, serta mengunakan lotion anti nyamuk atau kelambu.

Untguk itulah, maka Bupati LampungTimur (Lamtim) Chusnunia Chalim memeritahkan jajarannya dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur untuk melakukan fogging ke seluruh desa terjangkit DBD, Jum’at (11/01/2019).

Demam berdarah atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang hidup di wilayah tropis dan subtropis.

Sejumlah gejala dari demam ini adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak, dan nyeri otot dan persendian.

Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah, dan rendahnya tingkat trombosit darah. Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. (Can/Mar).

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *