Komunitas Srikandi Indonesia Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN KIK Ida Fauziyah dan aktivis perempuan Henny Supolo, dan sejumlah aktivis perempuan di sela acara Deklarasi Komunitas Srikandi Indonesia.

Harianpilar.com, Jakarta – Sekumpulan perempuan Solo berkumpul di Solo, Jawa Timur hari ini untuk mendeklarasikan dukungan politiknya kepada pasangan calon presiden-calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Grup relawan ini memperkenalkan diri sebagai Komunitas Srikandi Indonesia (KSI) dengan Ketua Umum Yanti Rukmana. Kata srikandi dipilih KSI karena terinspirasi sang Srikandi, suri tauladan prajurit perempuan dalam pewayangan Mahabharata.

Dalam sesi yang berlangsung hangat ini turut hadir Ida Fauziyah, Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan TKN KIK dan Henny Supolo, aktivis perempuan di bidang pendidikan.

Ida Fauziyah menyampaikan apresiasinya atas dukungan nyata KIS untuk capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Perempuan sebagai pilar pembangunan. Kontribusi perempuan, apa pun profesi pilihannya, di manapun tempatnya, kontribusinya besar untuk Indonesia Maju dan kuat,” katanya dalam siaran persnya kepada SINDOnews.

Ida juga menjelaskan mengapa mayoritas perempuan Indonesia lebih memilih Jokowi. “Perempuan ingin sesuatu yang nyata, yang sudah terbukti memudahkan tugas sebagai Ibu. Program-program seperti KIP, KIS, dan subsidi BPJS Kesehatan telah membantu perbaikan hidup anak-anak. Saat ini, 50% pelaku UMKM adalah perempuan, yang kontribusinya terhadap PDB meningkat dari 57.84% menjadi 60,34% dalam 4 tahun terakhir, sehingga jelas terbukti menciptakan peluang kerja lebih banyak,” tuturnya.

Hal senada tercermin dari pergerakan KSI ini. Program utama KSI ialah membantu kegiatan ekonomi pengrajin perempuan, ibu bakul sayur dan jamu, pekerja informal, juga asisten rumah tangga. KSI juga diharapkan dapat menggiring suara petani perempuan kepada pasangan calon nomor urut 01.

“Kita semua bertanggung jawab untuk memilih presiden yang juga pendidik bangsa. Setiap langkah dan tutur kata dapat dijadikan contoh karena memiliki kesadaran kesetaraan, mampu mendengar dan memberi kesempatan pada yang lain untuk bicara. Dan merangkul kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa,” tandas Henny Supolo,

Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Saba Buana Solo ini turut dihadiri oleh Sudjiatmi Notomihardjo, ibunda dari Presiden Joko Widodo. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *