Dua Sekolah Agama di Jatiagung Diduga Fiktif

Ilustrasi

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Dia lembaga pendidikan yang bernafaskan agama di Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga fiktif.

Keduanya yakni; Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Darul Maghfiroh.

Pasa Senin (07/01/2019) pukul 11.00 WIB di lokasi sekolah tersebut tidak ada orang. Bahkan pintu ruang sekolah tersebut dalam keadaan terkunci rapat.

Kemudian, pada Selasa (08/01/2019) pukul 09.00 WIB baru ada 1 siswa MA yang berada didalam ruang kelas dan 1 guru Dino. Tidak ada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua sekolah tersebut.

Parahnya lagi, tidak ada satupun siswa MTs yang ada dilokasi sekolah tersebut. Bahkan dewan guru MTs juga tidak ada yang hadir. Sedangkan salah seorng dewan guru MTs Darul Maghfiroh, Sahrudin, S.PdI., MM mengaku hanya mampir saja.

Dewi Puspita Sari, wiswi kelas XII mengatakan pada hari itu jam pelajaran Matematika, tapi gurunya tidak hadir. “Sekolah ini memang jarang belajar pak,” katanya didampingi salah seorang guru Dino.

Tak lama kemudian, dua siswa lainnya masuk ke dalam kelas yang sama, yakni; Sasmiyati dan Dian Nurmala Sari.

Kemudian, pada pukul 10.00 WIB sekitar 12 siswa yang hanya bernyanyi sambil memainkan guitar di rungan kelas.

Salah satu Dewan Guru Dino mengatakan pasa Senin (07/01/2019) merupakan hari pertama masuk sekolah. Jadi, semua siswa hanya bersih-bersih lingkungan sekolah. “Pada pulul 11.00 WIB mereka kami pulangkan,” katanya.

Tapi anehnya semua ruangan kelas kondisinya berantakan dan banyak sampah. Apalagi di ruangan labolatorium sangat kotor.

Lebih lanjut dia mengaku setiap hari proses KBM di sekolah tersebut tidak berjalan dengan baik.

Salah seorang dewan guru MTs Darul Maghfiroh Sahrudin mengaku dirinya dari Institut Agama Islam An Nur Desa Sidoharjo. “Saya tugas pokoknya di Institut Agama Islam An Nur Desa Sidoharjo. Saya ke sini hanya mampir saja,” ujar dia.

Pengawas Wiwi Sumarmi, S.Pd., M.Pd mengatakan dua sekolah tersebut memang kondisinya seperti itu. “Dua sekolah masih dalam pengawasan kami dari Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Selatan (Lamsel),” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam laporannya, mereka melaporkan ke Kemenang Lamsel jumlah muridnya lebih dari 100 siswa. Padahal di lapangan tidak sebanyak itu.

Sementara itu Kepala MA Darul Maghfiroh, Suryadi dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab. Dihubungi melalui WhatsApp tidak membalas.

Sedangkan Kepala MTs Darul Maghfiroh, Kodirin tidak ada ditempat, bahkan rumahnya dalam keadaan terkunci rapat. (Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *