Dianggap Melanggar, PPK di Pesibar Disanksi

KPU Pesisir Barat memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada PPK yang melakukan pertemuan dengan CalegDPR RI dari Partai Demokrat Imer Darius.

Harianpilar.com, Pesisir Barat – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesisir Barat (Pesibar) memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang melakukan pertemuan dengan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Demokrat Imer Darius.

Hal itu ditegaskan Komisioner KPU Pesibar Divisi Hukum Yulianto saat jumpa pers, Selasa (08/01/2019).

Yulianto mengatakan dari 12 PPK yang dimintai klarifikasi oleh KPU Pesisir Barat, delapan orang mengakui hadir dalam pertemuan bersama Caleg Demokrat Imer Darius pada awal September 2018.

Dia menjelaskan, mereka yang hadir adalah: Ketua PPK Pesisir Tengah Berlan, Ketua Krui Selatan Yasrizal, Ketua PPK Bengkunat Fahmi dan Ketua PPK Waykrui Taufik Kilah. Kemudian, Ketua PPK Pesisir Utara Hendrawan, Ketua PPK Lemong Agus Pramudia dan Anggota PPK Pulau Pisang Nurilah Asas.

Dia menegaskan berdasarkan hasil rapat pleno, KPU Pesisir Barat memberikan sanksi kepada PPK yang terlibat pertemuan dengan Imer Darius.

“Walaupun pertemuannya dilaksanakan saat Imer Darius masih sebagai bakal calon, tapi tetap saja itu pelanggaran bagi kita. Makanya kita memberikan sanksi, langsung peringatan keras,” tegasnya.

Dia mengatakan sanksi tersebut diberikan berdasarkan beberapa pertimbangan KPU. Pertama, karena PPK tersebut baru pertama kali melakukan pelanggaran.

Kemudian, hasil klarifikasi PPK, KPU menyimpulkan tidak adanya kesepakatan politik antara kedua belah pihak untuk melakukan kecurangan yang menguntungkan Imer Darius.

“Kan tidak mungkin langsung kita berhentikan, karena ini adalah pelanggaran pertama. Tidak adil dong kalau kita tidak mempertimbangkan kinerja mereka selama ini,” sebutnya.

Walau begitu, dia menyatakan akan memberhentikan PPK tersebut secara tidak hormat jika melakukan kesalahan serupa atau pelanggaran lain.

Soal caleg Demokrat, dia mengaku KPU masih fokus dengan permasalah internal. “Tapi kalau kami rasa perlu, tentu akan kami panggil Imer Darius,” terangnya. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *