Proyek ‘Bobrok’ BPBD Kota Berpotensi Rugikan Negara

Harianpilar.com, Bandarlampung – Proyek milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung tahun 2018 yang sudah mengalami kerusakan dinilai berpotensi merugikan Negara, jika sampai lolos dalam provisional handover (PHO) dan rekanan tidak melakukan perbaikan sesuai kontrak.

Apa lagi, belakangan muncul kecurigaan pengerjaan proyek tersebut menggunakan bangunan lama. Sebab selain secara kualitas bobrok, proyek yang baru seumur jagung itu sudah ditumbuhi lumut.

“Jika saya baca di media memang terlihat kondisi proyek itu secara kualitas meragukan. Karena baru hitungan beberapa bulan sudah retak-retak dan mengelupas, bahkan ada bagian yang rusak cukup parah. Harusnya BPBD Kota Bandarlampung berani bersikap tegas dengan menolak PHO dan memerintahkan rekanan memperbaiki sesuai kontrak,” ujar Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, jika proyek itu dibiarkan dan lolos dalam PHO, tanpa ada perbaikan sesuai rencana belanja anggaran (RAB) maka akan membuka potensi kerugian Negara.”BPBD harusnya memerintahkan rekanan membongkar dan mengerjakan ulang proyek itu sesuai kontrak. Jika dibiarkan maka sebaiknya dilaporkan ke penegak hukum,” pungkasnya.

Sementara, Fajar yang disebut-sebut sebagai PPK proyek tersebut saat dikonfirmasi enggan berkomentar.”Besok saja ya,” kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek penanggulangan bencana merupakan proyek yang bersentuhan langsung dan menyangkut hajat hidup masyarakat secara langsung. Karena itu diperlukan keseriusan dan kesungguhan dalam mengerjakannya. Bagaimana jadinya jika proyek itu justru secara kualitas meragukan dan pengerjaanya terindikasi tidak sesuai ketentuan?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung tahun 2018 menggulirkan proyek Rehabilitasi Sungai Way Simpur (Zone 2) senilai Rp975 juta.

Proyek yang pengawasannya saja menghabiskan anggaran Rp40 juta ini dikerjakan oleh CV. Satria Prabu Kecana. Namun, meski baru selesai dikerjakan kondisi proyek ini sudah mulai mengalami kerusakan.

Selain itu, dari penelusuran di lapangan ditemukan banyak kejanggalan. Terutama pada beberapa bagian bangunan proyek ini ditemukan sudah berlumut, padahal proyek ini baru selesai dikerjakan.

Bagian proyek ini yang sudah mengalami kerusakan adalah bagian dinding talud yang banyak retak-retak, mengelupas, bahkan bagian dinding jembatan sudah patah.

Kuat dugaan ‘buruk rupa’ proyek ini akibat pengerjaan yang diduga kuat tidak sesuai ketentuan. Sehingga secara kualitas meragukan.

Yang aneh, bagian pondasi proyek ini yang sudah berlumut. Hal itu mengindikasikan proyek ini masih menggunakan bangunan fisik yang lama.(Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *