101 Peserta Ikuti Ujian Penyesuaian Ijazah PNS

ilustrasi

Harianpilar.com, Mesuji – Sebanyak 101 peserta mengikuti ujian dinas dan ujian penyesuaian ijazah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkup Pemerintah Kabupaten Mesuji.

Ke 101 peserta berasal dari Kabupaten Mesuji, Tulangbawang dan Kabupaten Waykanan.

“Ujian penyesuan ijazah ini terdiri dari 62 peserta penyesuain ijazan, 10 orang dari SMP/SMA, Tingkat golongan II, 11 orang ujian tingkat 1, diikuti 18 orang, sehingga total peserta 101 orang dari tiga kabupaten,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Diklat Daerah (BKDD) Kabupaten Mesuji, Beddy, Senin (17/12/2018).

Asisten III Bidang Administrasi Nawawi Matni mengatakan, pelaksanaan ujian ini sebagai langkah Pempab Mesuji untuk mempasilitasi pegawai negeri sipil yang ingin naik pangkat atau golongan di lingkup Pemkab Mesuji.

“Kita harapkan dengan diadakannya ujian ini tentunya peserta ujian dinas  dan penyesuian kenaikan pangkat dapat benar -benar maksimal. Sehingga kedepan pegawai ini dapat dengan mudah menyeseuaikan pangkat dan golongan,”singkatnya.

Sementara Kepala BKDD Mesuji Beddy, mengatakan bahwa pelaksanaan ujian yang diadakan hari ini diikuti

Dikatakan Beddy, bahwa tujuan ujian ini, dalam rangka pembinaan, karier dan pangkat PNS serta penyesuain golongan terlebih peserta yang akan menyesuaikan golongan / pangkat dibulan April 2019 mendatang.

“Pelaksanaan ujian ini mengunakan 4 ruang sekolah di SMPN1 Mesuji, Tanjungraya. Yang jelas ujian ini tidak lain sebagai persiapan untuk kenaikan pangkat dibulan April 2019 mendatang,” jelasnya.

Lebih dalam dipaparkan Beddy, dalam pelaksanaan ujian ini kita harapkan peserta benar-benar berkompenten jadi PNS sekaligus untum memenuhi syarat kenaikan pangkat.

“PNS tidak dapat naik golongan bila tidak memenuhi syarat seperti yang diadakan saat ini. Karena, untuk naik golongan III, harus memenuhi syarat terlebih dahulu seperti gilongan IIId, untuk naik pangkat ke IV a harus memiliki ijsaha S2, golongan IId ketiga IIIa, ijasah minimal S1, dan golongan I d ke IIa ijasahnya SMA harus mengikuti ujian dinas,”tegas Bedddy.

Senada dikatakan Kabid Pembinaan, pengembangan dan Mutasi Jabatan Indra Saputra, S.I.p  bahwa pelaksanaan ujian kedinasan ini bukan sebagai formalitas, tetapi peserta yang ikut ujian ini benar-benar harus berkompenten karena kita memiliki standar nilai.

“Ujian ini tidak dilakukan secara formalitas tetapi ini benar-benar murni dari peserta. Karena, Pangkat ini adalah penghargaan terhadap kinerja jadi bukan hak. Misalnya regulernya minimal 4 tahun tetapi bila tidak ada kinerja maka tidak menutup kemungkinan tidak naik pangkat bahkan bisa 8 tahun tidak naik pangkat. Nah dengan ujian inilah peserta bisa menyesuaikan pangkatnya nanti bila sudah memenuhi persyaratan,”tegasnya.

Intinya proses ujian yang diikuti pegawai untuk naik pangkat adalah salah satu syarat kenaikan pangkat. Soal untuk lulus atau tidak itu sudah masing-masing peserta. Karna pegawai sudah diberitahukan soal tes.

“Semua materi yang akan diujikan tentunya sudah kita beritahukan kepada peserta. Tetap bila peserta tetap tidak lulus itu sudah resiko peserta. Namun yang jelas kita berharap peserta dapat lulus seratus persen,” tukasnya. (Sandri/Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *