350 Dosen dan Mahasiswa UIN Belajar Sejarah Keratuan Semaka

350 orang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN kunjungi ke Keratuan Semaka di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Senin (10/12/2018).

Harianpilar.com, Tanggamus – Dalam rangka studi lapang dan belajar tentang sejarah keratuan semaka, 350 orang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Lampung, kunjungi ke Museum Kekhatuan (Keratuan) Semaka di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Senin (10/12/2018).

“Tepat rasanya jika para mahasiswa mengunjungi Museum Keratuan Semaka. Karena memang museum ini menyimpan sejarah dari keberadaan masyarakat adat Lampung dimasa lampau,” kata Abu Sahlan gelar Pangeran Punyimbang Ratu Semaka, selaku Pengurus Museum yang juga Kepala Pekon Sanggi Unggak, didampingi Anggota DPRD Tanggamus Ahmadiyan.

Abu Sahlan menjelaskan bahwa Keratuan Semaka adalah salah satu kerajaan di Teluk Semaka yang ada antara abad 15 sampai 18. “Dulunya, Keratuan Semaka berpusat di Tanjung Burnai (Saat ini Pantai Tanjungan di Kecamatan Pematang Sawa). Keratuan Semaka beberapa kali sempat pindah, namun memasuki abad 18 menetap di lokasi yang kini sebagai tempat Museum Keratuan Semaka. Keratuan Semaka berjaya pada abad 15 sampai 18,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menerangkan, setelah abad 18 Keratuan Semaka mulai redup oleh beberapa faktor. Seperti tidak tersebutkan lagi nama Keratuan Semaka dan berganti dengan sebutan Semoung.

Kemudian pimpinannya lebih memilih menyebarkan ajaran agama Islam daripada membesarkan dan menguatkan kekuasaan keratuan. Lalu masuknya kolonialisme dan bencana alam yakni meletusnya gunung Krakatau pada Tahun 1883 yang membuat nama Keratuan Semaka semakin hilang.

“Saat ini barang-barang sisa peninggalan Keratuan Semaka masih tersimpan rapi di Museum Keratuan Semaka, termasuk barang-barang peninggalan Sekala Brak Buai Anak Tumi yang masih ada disini, salah satunya seperti batu-batu untuk pemujaan,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap agar kedepannya Museum Keratuan Semaka ini bisa dijadikan lokasi untuk study lapangan, observasi maupun penelitian bagi mahasiswa. Agar mahasiswa tahu bahwa di Teluk Semaka ini pernah ada Keratuan Semaka yang dulunya pernah berjaya di abad 15 – 18.

Menyikapi kunjungan tersebut, Kadis Kebudayaan Tanggamus Gandung Hartadi menyambut gembira kunjungan tersebut. Ia berharap kekayaan sejarah dan budaya Tanggamus akan tetap dikenal dan lestari, sebagai penambah khasanah budaya di Provinsi Lampung.

“Tentunya kami sangat senang dengan adanya kunjungan tersebut. Dengan begitu kekayaan sejarah dan budaya Tanggamus akan tetap dikenal dan lestari, untuk menambah khasanah budaya dan sejarah di Provinsi Lampung,” ucapnya.

Usai mengunjungi Museum rombongan juga mengunjungi Pantai Muara Indah di Kota Agung. Ditempat ini selain rombongan menikmati keasrian pantai, juga menikmati beragam kuliner dan produk UKM Kabupaten Tanggamus. Sebelumnya rombongan juga telah mengunjungi Pondok Pasantren Al-Fatah di Pekon Mincang, Kecamatan Talang Padang.

Sementara Yuna salah satu mahasiswi peserta studi lapang tersebut menyampaikan kekagumannya atas keberadaan Museum Keratuan Semaka. “Saya gak nyangka, ternyata dulunya ada kerajaan di Teluk Semaka. Dulu saya pikir hanya sebatas cerita saja, ternyata buktinya ada di Museum ini. Semoga ini menambah wawasan kami dalam mempelajari sejarah di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan pariwisata, Ia menyampaikan kepuasannya terhadap keramahan masyarakat Tanggamus serta keindahan alam Kabupaten Tanggamus. “Kami juga senang disini, orangnya ramah-ramah, alamnya juga indah,” ucapnya. (Asis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *