Hotman Paris ‘Ungkit’ Kematian Mantan Supir Bupati Lampura

Ilustasi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengungkit kasus dugaan penganiayaan mantan supir Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara, Yogi Andika.

Hal itu di ungkapan oleh Hotman Paris melalui video yang beredar luas di masyarakat. Dalam dua video yang beredar itu Hotman Paris terlihat menerima kedatangan keluarga Yogi Andika di kedai Kopi Jhoni, salah satunya adalah Ibu dari Yogi Andika yakni Titin.”Salam kopi jhoni, sekandal lagi sekandal lagi, tangis seorang ibu, inilah body anaknya yang dianiaya dan telah meninggal. Anaknya ini bekerja sebagai supir pribadi Bupati Lampung Utara,” ujar Horman Paris sambil memunjuk foto yang dipegang Titin.

Anak itu, lanjut Hotman, di tuduh mencuri uang Rp25 juta kemudian terjadilah tindakan main hakim sendiri oleh berbagai oknum yang masih dekat dengan bupati tersebut.”Diduga yang menganiaya itu ada 4 orang yang sebagian adalah oknum aparat, tapi yang menjadi tersangka hanya satu orang. Yang paling penting adalah siapa yang menyuruh,” tegas Hotman.

Dalam video kedua, Hotman masih melanjutkan pernyataannya soal kasus Yogi itu. “Saya tidak mencari popularitas karena saya sudah lebih populer di banding pengacara lain di Indonesia, saya tidak mencari kekayaan karena saya sudah jauh lebih kaya dibadingkan hampir seluruh pengacara di Indonesia. Saya juga tidak mau masuk politik karena hampir semua ketua parpol adalah klien saya. Saya bisa jadi gubernur kalau saya mau, karena saya punya uang. Tapi melihat ibu ini datang jauh-jauh dari Lampung, tolong di tanggapi oleh Kapolda dan Wakapolda Lampung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan kasus kematian Yogi Andhika, sopir pribadi Bupati Lampung Utara (Non aktif) Medio Juli 2017 lalu kini ditangani Polda Lampung. Penyidik juga berkordinasi dengan Kodam II Sriwijaya, karena diduga ada melibatkan oknum TNI.

“Polda Lampung resmi tetapkan dua tersangka dalam kasus pembunuhan mantan supir orang nomor satu di Pemkab Lampura, Yogi Andika. Penanganan kasus pembunuhan yang sempat di Polres Lampung Utara sejak Maret 2017 lalu, kini dilimpahkan ke Polda Lampung,” kata Suntana, seperti di lansir sinarlampung.com.

Kapolda Lampung membenarkan bahwa pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. “Memang benar kita sudah amankan tersangka hasil dari kordinasi dengan Kodam, Pangdam dan kita serahkan teman-teman TNI untuk proses penyelidikan. Proses masih terus berjalan,” katanya.

Saat ditanya tentang identitas kedua tersangka yang diduga merupakan ajudan dari pejabat nomor satu itu, dirinya enggan menjabarkan labih lanjut. “Saya tidak tahu persis, tetapi yang jelas ada dua tersangka yang masih kita proses,” katanya.

Sebelum bantak tokoh dan organisasi di Lampung Utara mendesaj Polisi mengungkap Misteri kasus Pembunuhan Supir pribadi Agung Mulya Mangku Negara yang tragis sejak 2017 itu.

Bahkan menyikapi banyak kejanggalan pada kasus itu KNPI Lampung utara juga menggelar diskusi Publik, menelaah Tragedi Kemanusiaan Meninggalnya Yogi Andika di kantor sekretariat KNPI  Lampung jalan ZA. Pagar Alam Bandar Lampung, Kamis (10/05/2018).

Almarhum Yogi Andika diantarkan tukang ojek kerumahnya dengan kondisi tubuh luka parah dan sempat dirawat hingga meninggal dunia. Diduga semua berawal saat hilangnya uang majikannya yang meminta Andika mengantarkan uang Rp25 juta kepada ibunda orang nomor satu di Lampura itu.

Penyidik Polda Lampung terus kerja ektra mengusut kasua itu. SP2HP sudah dikirim kepada pihak keluarga korban. Bahkan pihak keluarga korban juga sudah dimintai keterangan oleh pihak Denpom TNI. (Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *