Mantan Kepala SDN 2 Krawangsari Diduga Tilep Dana PIP

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Mantan Kepala Sekolah Dasar Negeri 2 (SDN) Krawangsari, Kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Teguh diduga menilep dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2017.

Pasalnya, beberapa siswa dari 42 siswa penerima PIP mengaku pada tahun 2017 tidak pernah menerima bantuan tersebut.

Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebut namanya mengaku kartu PIP disimpan oknum mantan kepala SDN 2 Krawangsari, sehingga tidak menerina bantuan tersebut.

Dia pun berusaha menanyakan ke pihak sekolah, namun tidak ada jawaban yang  pasti. “Saya ini bingung, anak saya mendapat bantuan PIP tapi tidak pernah menerima uang tersebut,” kata dia belum lama ini.

Orang tua siswa lainnya juga megatakan bahwa selama ini anaknya tidak pernah menerima bantuan PIP, karena kartunya tidak diserahkan ke siswa. Namun belakangan kartu tersebut diberikan setelah Kepala SDN 2 Krawangsari Teguh tidak lagi mempimpin sekolah tempat anaknya menimba ilmu.

“Selama ini saya tidak tahu kalau anak saya menerina bantuan PIP. Kami tahunya beberapa bulan setelah anak saya menyerahkan kartu PIP ini, lalu kutanyakan ke sekolah. Namun, disekolah juga tidak tahu,” ujar dia dengan nada kesal.

Kepala SDN 2 Krawangsari Mega Suriyanti mengaku pihaknya menjabat sebagai Kepala SDN 2 beru beberapa bulan saja. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti tentang jumlah siswa penerima bantuan PIP itu.

“Saya tidak tahu permasalahan bantuan PIP tahun 2017 karena pimpinan sekolah ini saat itu bukan saya,” kata Mega di ruang kerjanya belum lama ini.

Sementara mantan Kepala SDN 2 Krawangsari ketika hendak dikonfirmasi tidak ada di sekolah, dihubungi melalui telepon selulernya tidak aktif bahkan di rumahnya juga tidak ada.

Istri Teguh mengaku tidak tahu suaminya pergi kemana. Ketika diminta nomor telpon selulernya sang istri mengaku tidak mengetahui.

Sementara itu, Ketua LSM Pramukti Lampung Selatan H. Efendi akan membentuk tim untuk menelusuri adanya permasalahan bantuan PIP di SDN 2 Krawangsari.

“Kami akan membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus tersebut mulai dari dana siswa penerima hingga keterangan dari berbagai pihak termasuk BRI Natar tempat siswa mencairkan bantuan tersebut,” kata dia, Minggu (14/10/2018).

Setelah data terkumpul, pihaknya akan melaporkan permasalahan tersebut ke Kejari Kalianda, ditembuskan ke Bupati Lampung Selatan, DPRD Lampung Selatan, Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

“Kasus tersebut akan kita usut agar kedepan tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa siswa SDN 2 Krawangsari,” tukasnya. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *