Ribuan Mahasiswa Tuntut Wakil Rektor 3 Unila Dicopot

Ribuan mahasiswa Unila menggelar aksi di depan kantor Rektorat kampus setempat, Selasa (02/10/2018).

Harianpilar.com, Bandarlampung – Ribuan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menggelar aksi di depan kantor Rektorat kampus setempat. Aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa tersebut untuk menuntut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Karomani dicopot dari jabatannya.

Jenderal Aliansi Gerakan Mahaiswa Unila Berdaulat, Muhammad Fauzul Adzim mengatakan peraturan No 3 tahun 2017 tentang tata cara pemberian penghargaan dan sanksi kepada mahasiswa harus dihentikan karena mencabut hak-hak mahasiswa. Tuntutan mahaiswa dilakukan dengan melakukan orasi damai di depan gedung rektorat Unila, Selasa (02/10/2018).

Dalam orasinya, mahasiwa menuntut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dicopot karena melakukan tindakan diskriminasi kepada mahasiswa dan melakukan upaya politisasi di dalam kampus.

Selain meminta mencopot Karomani, mahasiswa juga meminta mencopot jabatan wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerjasama serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Unila.

“Demi kebaikan mahasiswa Unila, sebagai mahasiswa berdemokrasi ataupun dikekang di kampus hari ini adalah jawaban tentang bagaimana bentuk pengekangan pemimpin terhadap rakyatnya,” kata dia dalam orasinya, pada Selasa (02/10/2018).

Sementara itu, Gubernur FKIP Unila Fajar dalam orasinya mengatakan, jangan renggut hak-hak mahasiswa. “Karena pemerintahan mahasiswa bukanlah civitas akademika, perintahan mahasiswa untuk Mahasiwa lagi,” terangnya.

Dalam tuntutannya, mahasiswa menyodorkan enam tuntutan kepada Rektor Unila Prof Dr Ir Hasriadi Mata Akin, MS. Isi tuntutan antara lain; menuntut pencabutan Peraturan Rektor No.3 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Penghargaan dan Sanksi kepada Mahasiswa Universitas Lampung.

Lalu, menghentikan Rancangan Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan yang dinilai mahasiswa sebagai kooptasi dan pengkebirian pemerintahan Mahasiswa. Kemudian mengembalikan kondisi seperti semula dengan menghormati Konstitusi KBM Unila.

Menghentikan segala bentuk ancaman-ancaman terhadap mahasiswa dalam bentuk skorsing dan Drop Out dalam berekspresi, menyampaikan aspirasi dan mengembangkan diri di organisasi kemahasiswaan.
Menghentikan segala upaya politisasi kampus Universitas Lampung dari segala bentuk motif politik praktis yang mencoreng Marwah demokrasi.

Mencopot jabatan Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kerjasama dan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Universitas Lampung yang telah melakukan tindakan diskriminatif kepada mahasiswa dan penyimpangan diluar tugas dan kewenangannya.

Mencopot jabatan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung yang telah melakukan tindakan diskriminatif kepada mahasiswa dan melakukan politisasi kampus yang melanggar tugas dan kewenangannya.

Adapun rute aksi kata Fauzul, ada di seputaran kampus menuju Rektorat. “Seluruh mahasiswa dari fakultas ke Rektorat,” ucapnya. Hingga berita ini diturunkan aksi mahasiswa masih berlangsung Kondusif. (Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *