KH Endang Zainal Khaidir Pimpin MUI Pesawaran

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri pembukaaan Mudda MUI ke dua

Harianpilar.com, Pesawaran – KH.Endang Zainal Khaidir terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran masa bakti 2018-2023 menggantikan Harits Alhamdani melalui Musyawarah Daerah (Musda) kedua yang diselenggarakan di Aula Kantor Kementerian Agama setempat, Kamis (09/08/2018).

Musda yang dihadiri oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung KH Basyaruddin Maisir. Perhelatan tersebut dihadiri oleh sebelas Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pesawaran dan para ketua ormas-ormas Islam di kabupaten Pesawaran.

KH Endang Zainal Khaidir pada kepengurusan MUI periode sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa, juga merupakan ta’mir Masjid Agung Arroyyan Islamic Center Pesawaran, dan Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat, mendapat suara dukungan mayoritas.

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, mengatakan pelaksanaan Musda II MUI Kabupaten Pesawaran ini, dalam rangka menyatukan langkah dan membangun persepsi yang sama terhadap hal-hal yang dibutuhkan umat dewasa ini khususnya di Kabupaten Pesawaran.

Dan dikatakannya, keberadaan tokoh agama, ulama dan umaroh tak ubahnya seperti dua mata uang yang tidak terpisahkan. Sebab, antara satu sisi dengan sisi lain saling melengkapi.

“Kegiatan ini bukan hanya sebagai sarana silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara ulama dan umara dalam menjawab tantangan zaman yang semakin berat dimasa yang akan datang, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan peran ulama dalam pembangunan daerah untuk menjawab segala permasalahan,” ujar Dendi.

Dia menyatakan, jika saat ini umat Islam, tak terkecuali di Kabupaten Pesawaran tengah menghadapi berbagai pengaruh negatif yang menyebabkan terkikisnya akidah dan akhlak umat Islam. Baik itu mulai dari masalah narkoba, pergaulan bebas, prostitusi, kenakalan remaja dan minuman keras. Kemudian munculnya aliran agama yang mengarah pada aliran sesat, serta kemiskinan yang berpotensi menimbulkan kerawanan akidah dan akhlak. Karenanya, kondisi ini tentu butuh perhatian dan penanganan serius.

“Kita tidak boleh lengah dan harus bergandeng tangan untuk berupaya membentengi umat agar terhindar dari perbuatan-perbuatan tak terpuji. Untuk itu kita tentu harus bekerja keras dan bekerjasama dengan melibatkan komponen masyarakat untuk mengawasi, membentengi dan membimbing umat Islam di negeri ini,” katanya.

Selanjutnya Dendi mengatakan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2016-2021, adalah Bersama Masyarakat Pesawaran Mewujudkan Cita-Cita Luhur, Mewujudkan Kabupaten Pesawaran Yang Maju, Makmur dan Sejahtera”. Dan pencapaian Visi tersebut, tentunya akan sulit terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat di bumi andan jejama tidak mau mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran agama yang dipeluk dan diyakininya secara baik dan benar dalam pelaksanaan pembangunan guna mewujudkan visi tersebut.

“Oleh sebab itu, selain harus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah ini, diharapkan dengan kredibilitas dan integritas yang tinggi serta akhlaqul karimah yang dimiliki, seluruh ulama di daerah ini secara bersama-sama terus membangunan dan meningkatkan kualitas akidah dan moralitas masyarakat,” harapanya. (Fahmi/Mar)

 

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *