Pendemo Minta Polda Tangkap Bos SGC

ratusan masa kembali menggelar aksi damai di kantor Sentra Gakkumdu yang berada di Jalan Jend. Soedirman Bandarlampung, Selasa (17/07/2018).

Harianpilar.com, Bandarlampung – Puluhan masa kembali menggeruduk Kantor Sentra Gakkumdu yang berada di Jalan Jenderal Soedirman Bandarlampung, Selasa (17/07/2018) siang.

Selain membawa poster bergambar pimpinan PT Sugar Group Company (SGC) Purwanti Lee atau Nyonya Lee, masa juga membawa bendera Merah Putih.
Dalam aksinya, masa menuntut kepada para penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menggelar ulang pilgub dengan tiga kandidat saja dan mendiskualifikasi pasangan Arinal Djunaidi- Chusnunia Chalim sebagai calon gubernur – wakil gubernur Lampung periode 2019-2024.

Selain itu, masa juga mendesak agar PT SGC diusir dari Sai Bumi Ruwa Jurai karena telah merusak demokrasi Lampung.
“Kami menolak adanya SGC ada di Lampung. Kami minta SGC diusir dan nyonya lee ditangkap,” ujar koordinator aksi, Didi Junaidi.
Untuk itu, pihaknya segera akan melaporkan pimpinan SGC itu ke Polda Lampung. “Kita akan lapor ke Polda minta tangkap Nyonya Lee,” tegasnya.
Didi menilai, Bawaslu Lampung seakan telah melakukan pembiaran atas kejadian money politic di Pilgub Lampung.
“Saya pikir apa bawaslu ini sudah mandul, apa bawaslu ini telinganya sudah tidak mau mendengar aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, yang menjadi permasalahan saat ini adalah bahwa selama pilgub ini berjalan belum ada satupun temuan Bawaslu yang tidak dipublikasikan.
“Ini malah kebalikan. Bawaslu malah meminta laporan kepada masyarakat, dimana Bawaslu dimana Panwas sampai di persidangan Gakkumdu saksi kita dikecilkan yang seharusnya dilindungi agar demokrasi ini berjalan,” jelasnya.
Pantau dilokasi hingga sekitaran pukul 13.30 WIB, aksi damai dikawal oleh ratusan polisi melakukan penjagaan aksi demonstrasi di depan kantor Gakkumdu Lampung, tampak membuat empat lapis pengamanan. Pada setiap barisan pagar betis, aparat dilengkapi tameng fiberglass serta tongkat.

Sedangkan pada barisan keempat, personil bersiaga dibalik tameng hitam berukuran tubuh orang dewasa, dan posisi paling belakang disiagakan dua mobil watercanon dan beberapa unit mobil barakuda.

Polisi melakukan penjagaan agar massa aksi dari Posko Demokrasi tak memasuki area kantor Gakkumdu di Jalan Jenderal Sudirman, Rawa Laut, Bandarlampung.

Sebelumnya diberitakan, ratusan massa menggelar aksi di depan kantor Gakkumdu Lampung. Demonstran menuntut Pilgub Lampung ulang. Alasannya, pelaksanaan pilgub diwarnai praktik politik uang, sehingga menciderai proses demokrasi.

Mereka juga meminta Bawaslu membatalkan pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim alias Nunik.(Ramona/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *