Dinkes Waykanan Target Imunisasi Campak Selesai Akhir 2018

Ilustrasi

Harianpilar.com, Waykanan –¬†Pemerintah Kabupaten Waykanan menargetkan pada akhir tahun ini semua anak-anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun di daerah itu mendapatkan imunisasi campak dan rubela dengan vaksin measless rubella.
“Dengan diberikan imunisasi dan sosialisasi ini seluruh anak-anak di Waykanan bisa terhindar dari penyakit campak,” kata Wakil Bupati Waykanan Edward Antony di Blambanganumpu, Selasa (10/07/2018).
Dia menjelaskan sosialisasi program imunisasi itu bagian dari upaya pemerintah mengurangi jumlah kasus dan kematian akibat campak hingga 90 persen pada 2020.
Selain itu, katanya, mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milenium tentang kesehatan anak.

Kegiatan itu dilaksanakan melalui pusat kesehatan dan klinik kesehatan masyarakat setempat, posyandu yang berada di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Waykanan.

“Semoga program imunisasi ini dapat berjalan, dan tahun ini bisa menyelesaikan imunisasi campak dan rubela di Waykanan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Waykanan Farida Aryani mengatakan campak menulari sebagian besar anak setiap tahun dan dapat mengakibatkan komplikasi fatal yang berkaitan dengan radang paru-paru, diare, dan kekurangan gizi.

Banyak anak yang mampu bertahan dari penyakit itu, katanya, harus hidup dengan cacat seumur hidup, termasuk kebutaan, tuli, atau kerusakan otak.

“Kenyataan ini sangat tragis dan membuang potensi muda mengingat campak dapat dicegah,” katanya.

Rendahnya cakupan imunisasi, kata Farida, membuat imunisasi campak harus segera dilakukan dan disosialisasikan kepada orang tua agar mereka memahami pentingnya program itu.

Ia menjelaskan bahwa campak menyerang sistem kekebalan tubuh dengan tingkat risiko paling tinggi menyerang khususnya anak-anak di bawah usia lima tahun.

Mayoritas kematian karena campak, katanya, terjadi di negara-negara dengan cakupan imunisasi rutin yang rendah, karena dosis kedua vaksin tidak tersedia melalui layanan imunisasi rutin atau melalui kampanye massal.

Dalam beberapa tahun terakhir, dalam peningkatkan cakupan imunisasi rutin, kata Farida, Indonesia masih menempati peringkat keempat di antara negara-negara dengan sejumlah besar anak-anak yang tidak divaksin atau hanya mendapatkan sebagian vaksinasi.

“Alhamdulilah, semua unsur kesehatan mengikuti sosialisasi ini karena betapa pentingnua tentang kesehatan anak-anak. Dari sosialisasi ini para bidan, perawat, dokter, dan para camat dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi,” kata dia. (Mar/Lis)

 

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *