Politik Uang Marak, Kuatkan Dugaan Keterlibatan Nyonye Lee

Harianpilar.com, Bandarlampung – Maraknya praktik politik uang di masa tenang yang diduga kuat dilakukan oleh tim Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Cholim, makin menguatkan dugaan keterlibatan bos PT. Sugar Group Compenies, Purwati Lee alias Nyonya Lee yang selama ini berkembang di maayarakat.

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Budiono, mengatakan, maraknya politik uang itu bisa di simpulkan isu adanya keterlibatan PT. Sugar Group Company benar adanya.

“Korporasi itu nyata adanya jika sudah money politic,” tegasnya, Minggu (24/06/2018).

Menurutnya, soal adanya dugaan keterlibatan korporasi ini sebenarnya sudah diingatkan sejak lama,”Indikasi korporasi yang mendanai salah satu paslon itu sudah lama kita ingatkan,” tegasnya.

Dugaan keterlibatan bos PT. SGC Purwati Lee alias Nyonya Lee dalam pencalonan Arinal-Nunik memang sudah menjadi rahasia umum. Apa lagi Nyonya Lee sendiri beberapa kali hadir dan terlibat dalam kampanye Arinal-Nunik sepeti di Tulangbawang, Lampung Tengah dan Kota Metro.

Bahkan, LSM Humanika sempat melaporkan masalah itu. Sebab Humanika menilai Arinal Djunaidi tidak akan mampu membiayai kampanye masif dan spektakuler dengan menghadirkan dalang Ki Enthus Susmono, artis terkenal, dan ustad kondang.

Humasnika menduga Puwanti Lee, vice president Sugar Group Companies, yang membiayai semua kampanye mantan sekdaprov Lampung tersebut.

Menurut Humanika, dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Arinal memiliki sekitar Rp8 miliar. Masifnya sosialisasi selama ini, dana yang dikeluarkan perkiraan ratusan miliar.

“Kita patut menduga Lee Purwanti yang menyeponsori kampanye Arinal,” kata Ketua Humanika Basuki.

Dia juga mengatakan terpaksa melaporkannya secara resmi menyimak tak ada gerakan Bawaslu Lampung terkait menyebarnya video yang berisi membagikan amplop kepada warga oleh mereka yang memakai baju kampanye bergambar Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim.

Selain itu, katanya, masyarakat yang hadir dalam kegiatan kampanye juga mendapatkan makan siang berupa nasi kotak. “Artinya, peserta kampanye itu dimobilisasi,” ujar Basuki beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi masalah politik uang itu, Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membatah.”Saya tidak pernah bermain poltik uang ya, jadi kalau ada apa-apa orang diluar sana silahkan langsung tanyakan dengan yang bersangkutan  saja,” kilahnya.

Arinal mengelak mengomentari masalah itu,”Saya nggak bisa mengomentari karena saya nggak pernah. Lagian saya pegawai negeri nggak pernah tau yang begitu-begitu. Jadi mohon maaf saya tidak pernah tau dan tidak pernah menggunakan dan tidak akan menggunakannya,” tutupnya.(Ramona/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *