Polisi Gagalkan Pengiriman 50 Kg Ganja Modus Baru

Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan daat menggelar konferensi pers terkait hasil ungkap narkotika jenia ganja sebanyak 50kg di mapolrea setempat, Senin (14/5/2018).

Harianpilar.com , Lampung Selatan – Petugas di pintu masuk sea port interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan berhasil menggalkan 50 kg daun ganja yang dimasukkan dalam 5 buah derijen ukuran 30 liter.

Selain barang bukti narkotika golongan 1 jenis ganja, Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan juga membekuk tiga tersangka di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur pada Rabu (9/5/2018) lalu.

“Pengiriman ganja yang dimasukkan dalam jerigen dan di kemas dalam kardus ini terbilang modus baru. Kita harus jeli dan teliti, karena berbagai cara digunakan sindikat narkoba agar barang haram mereka bisa lolos dari pemeriksaan petugas,” kata Kapolres Lampung Selatan AKBP M.

Syarhan dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (14/5/2018) sore. Kapolres menjelaskan pengiriman 50 kg ganja asal Nangro Aceh Darusalam (NAD) ke Jakarta tersebut menggunakan jasa truk ekspedisi TAM Kargo.

Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan, saat petugas sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap truk ekspedisi barang yang dikemudikan oleh Adrianto dan Riki Firnanda saat melintasi pintu masuk pos seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni, Senin (7/5/2018) lalu.

Dari keterangan kedua awak truk ekspedisi, ujar Kapolres, anggotanya berhasil mengamankan Helamsyah selaku penerima paket di pool Tam Kargo, Jalan Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Dari komunikasi Helamsyah anggota kami berhasil mengamankan pelaku Eriek Kurniawan (21) dan Muhamad Akbar Jaelani (26) di kawasan jalan raya Bambu Apus, Jakarta Timur. Tersangka Helamsyah mengaku Erik akan menerima 20 kg ganja,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku bakal dijerat Pasal 111 Ayat 2 Jo Pasal 114 Ayat 2 dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda maksimum Rp13 miliar. “Jika barang haram ini lolos, maka 500 ribu generasi bangsa bakal rusak. Dengan asumsi satu gram digunakan 10 orang,” kata dia. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *