Siswa Tuntut Kepala SMAN 1 Mesuji Mundur

Harianpilar.com, Mesuji – Siswa dan siswi Sekolah Menengah Umum Negeri (SMAN) 1 Mesuji menggelar aksi damai pada hari selasa 17 April 2018 di halaman sekolah tersebut yang terletak di Dusun Pasir Intan Desa Sungai Badak Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji.

Aksi yang di ikuti oleh 65 siswa putra dan putri meliputi kelas X, XI dan XII tersebut sebagai bentuk protes atas ketidak puasan terhadap kepemimpinan kepala sekolah Muhammad Zamzani S.Pdi yang dianggap tidak transparan dalam pemanfaatan dana SPP pada tahun pelajaran 2017/2018.

Dimana siswa diwajibkan membayar SPP sebesar Rp 50 ribu tiap bulan namun tidak berdampak peningkatan fasilitas sekolah dan ekstrakurikuler serta pembelian LKS (lembar kerja siswa sebesar Rp 150 ribu untuk 15 item tetapi hingga akhir semester genap LKS yang di berikan hanya 8 atau 9 LKS.

Dalam aksi damai yang mengusung tema #savesmansamela tersebut salah satu siswa membacakan tuntutan menolak dengan tegas kehadiran Muhammad Zamzani sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1 Mesuji Lampung dan menuntut pergantian kepala sekolah.

Selain itu juga para siswa meminta kehadiran dinas pendidikan provinsi untuk mendengarkan aspirasi dan memenuhi tuntutan, serta menolak belajar di kelas sampai tuntutan di penuhi.

Sementara itu menurut beberapa sumber yang enggan disebutkan namanya, bahwa sebelum terjadinya aksi, para dewan guru telah melayangkan surat pengajuan penggantian kepala sekolah ke Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, namun belum ada tindak lanjut.

“Pihak dewan guru mengajukan penggantian kepala sekolah atas dasar terlambatnya gaji guru honor dan tidak jelasnya dana BOS semenjak kepala sekolah sdr Zamzani,” ujar sumber yang enggan namanya dipubkikasikan tersebut.

Sementara itu sekitar pukul 09.30 Wib. diadakan pertemuan dewan guru yang di mediasi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji, Kapolsek Tanjung Raya, serta Kapospol Mesuji.

Dalam pertemuan tersebut, seorang guru menyampaikan keberatannya. “Saya tidak terima di kumpulkan siswa oleh polisi karena ini merupakan lingkungan sekolah karena akan berdampak pada mental siswa,” terang guru tersebut Dikesempatan yang sama seorang guru lainnya memberi jaminan bahwasanya setelah hari ini murid murid yang tengah melakukan aksi akan belajar sebagaimana mestinya di hari hari selanjutnya.

“Untuk besok siswa-siswi SMA Negeri 1 Mesuji Lampung akan kembali melakukan aktifitas belajar mengajar dan tidak akan terjadi lagi aksi seperti ini lagi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji memberikan arahan bahwa untuk Sekolah Menengah Umun adalah wewenang Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Untuk tingkat SMA bukan wewenang Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji dan yang berwenang adalah pengawas SMA yang di tunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, untuk SMA Negeri 1 Mesuji Lampung adalah Elfarizi S.Pd, namun kami juga berharap agar permasalahan ini segera terselesaikan agar tidak menghambat proses belajar mengajar siswa,” paparnya.

Sedangkan Kapolsek Tanjung Raya menjelaskan atas kedatangan beberapa personil kepolisian di tempat tersebut. “Kedatangan kami dari Polsek Tanjung Raya menanggapi informasi bahwa ada kegiatan aksi siswa di SMA Negeri 1 Mesuji Lampung, karena lokasi SMA merupakan wilayah hukum kami maka kami hadir dan memastikan bahwa aksi akan berjalan tertib dan aman, karena memang tugas kami memberi rasa aman kepada masyarakat,” tuturnya.

Hasil dari pertemuan tersebut disepakati bahwa salah satu guru menjamin bahwa siswa – siswi akan kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa sambil menunggu kepala sekolah di ganti oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, serta dewan guru juga menjamin tidak akan terjadi lagi aksi – aksi lain di kemudian hari. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *