Pemkab Waykanan Didesak Segera Tetapkan Tapal Batas Tiga Kampung

Harianpilar.com, Waykanan – Harapan masyarakat Kampung Gunung Sangkaran kepada Bupati Waykanan agar mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) tetang tapal batas antara Kampung Gunung Sangkaran dengan Kelurahan Blambangan Umpu dan Kampung Gunung Sangkaran dengan Kampung Tanjung Raja Giham, Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan akan segera terujud.

Pasalnya, selain Pemkab Waykanan telah menerima data dari masing-masing kampung sebagai acuan titik koordinat batas 3 kampung tersebut, peta tahun 1995 yang dikeluarkan Pemerintah Lampung Utara membenarkan bila mana Kampung Tanjung Raja Giham tidak berbatasan dengan Kelurahan Blambangan Umpu, melainkan berbatasan dengan Kampung Gunung Sangkaran.

Begitu juga dengan Kelurahan Blambangan Umpu tidak berbatasan dengan Kampung Tanjung Raja Giham melainkan dengan Kampung Gunung Sangkaran.

Selain dari pada itu juga, Kepala Adat Kampung Bujung yang merupakan raja adat di  Blambangan Umpu H. Edwin Kulrukas Sapari Gelar Pangeran Blambangan Umpu melalui surat pernyataannya yang dilayangkan kepada Pemkap Waykanan menyatakan bahwa memang dari dahulu Tiyuh atau Kampung Blambangan Umpu berbatasan dengan Kampung Gunung Sangkaran yang merupakan Kampung di Kecamatan Blambangan Umpu. Jadi, bilamana ada dukumen yang dimiliki oleh oknum-oknum yang mengatakan tokoh adat telah memberikan pernyataan terkait tapal batas 3 kampung tersebut itu bohong. “Data ini sudah kami serahkan kepada Pemerintah,” tegas Iskandar Gelar Sepuluh Ratu yang merupakan juru bicara Kepala Adat Kampung Bujung pada wartawan harian beberapa hari yang lalu.

Hal yang sama juga diungkapkan H. Riduan Basah Gelar Sunan Pemukan yang merupakan Kepala Adat Kampung Blak di Kelurahan Blambangan Umpu mengatkan sejak jaman dahulu masing masing kampung tersebut telah memiliki batas wilayah admistriasi atau batas alam. Jadi, tidak benar bilamana Kampung Tanjung Raja Giham ingin berbatasan dengan Kelurahn Blambangan Umpu karena fakta di lapangan Blambangan Umpu berbatasan dengan Kampung Gunung Sangkaran bukan Kampung Tanjung Raja Giham.

Sementara itu, Kabak Tata Pemerintahan dan Kampung (Tapem) Edi membenarkan bila mana saat ini data data dari masing masing kampung dan penyungguhan tokoh-tokoh adat Blambangan Umpu sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Waykanan.

Bukan hanya itu saja, pada akhir 2017 lalu Pemkab Waykanan bersama TNI/Polri dan bersama Tim PKH Bukit Punggur mengecek titik koordinat tapal batas untuk 3 kampung tersebut dan untuk batas 3 kampung tersebut Pemkab Waykanan akan langsung mengeluarkan Perbub. “Untuk saat ini kami masih menysun drap titik koordinat tapal batas 3 kampung tersebut,” katanya.

Terpisah Eeng Saputra yang mewakili masyerakat Kampung Gunung Sangkaran mengaharapkan agar Pemerintah Waykanan tidak ragu-ragu lagi untuk segera menetapkan tapal batas Kampung Gunung Sangkaran dengan ke -2 kampung tersebut melihat telah banyak data baik dari pemerintah maupun tokoh adat yang menyungguhkan bahwa Kampung Gunung Snagkaranlah yang berbatasaan dengan Kampung Giham dan Kelurahan Blambangan Umpu.

Bukan Giham yang berbatasan dengan Kelurahan Blambangan Umpu seperti yang diinginkan oleh beberapa okum yang jelas mempunyai kepentingan karena untuk diketahui diharapkan Pemkap Waykanan segera menetapkan tapal batas Kampung Gunung Sangkaran dengan ke -2 kampung tersebut. Selain untuk menghindari akan timbulnya konfilik sesama masyerakat, kami juga tidak mau karena beberapa pihak mempunyai kepentingan kampung bersejarah juga akan hilang,” tukasnya. (Mar/Lis)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *