Dua Hari Razia, Polres Pesawaran Sita 189 Botol Miras

Jajaran Polres Pesawsran yang tergabung dalam gabungan piket fungsi, satgas C3 dan Sat Sabhara menggelar razia minuman beralkohol dan minuman oplosan, Jum'at (13/4/2018).

Harianpilar.com, Pesawaran – Razia curat, curas, dan curanmor (C3) yang dilakukan Sat Sabhara, Polres Pesawaran berhasil memenyita 189 botol minuman keras (miras). Kapolres Pesawaran, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK menyampaikan dari hasil razia selama 2 hari Jum’at-Sabtu (13-14/4/2018) disejumlah titik dan tempat penjual minuman keras di wilayah hokum Polres Pesawaran didapat sebanyak 550 liter minuman tradisional jenis tuak, yang terdiri dari dua bak besar, 8 drigen, 6 teko minuman dan 2 kantong plastik kayu tuak, serta 2 kotak ekstrajoss.

Kemuian 13 dus botol besar anggur ginseng merk sempurna dengan jumlah lebih kurang 189 botol besar anggur ginseng merk sempurna, dan 50  botol kecil anggur ginseng merk sempurna, serta 22 botol besar anggur merah merk Mc. Donald.

“Untuk Barang Bukti (BB)  tersebut sudah kita lakukan penyitaan di Mapolres Pesawaran. Sedangkan bagi penjual sudah dilakukan pendataan untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” papar Kapolres, Jum’at (13/4/2018).

Jajaran Polres Pesawaran menggelar razia kesejumlah pabrik, usaha rumahan, warung/penjual minuman keras beralkohol yang tidak mengantongi lebel izin.

Hal tersebut untuk menekan peredaran dan penjualan minuman keras beralkohol dan minuman keras oplosan, non oplosan dan minuman keras tradisional diwilayah hukum Polres Pesawaran.

Diungkapkan Kapolres Pesawaran, AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, razia yang digelar jajarannya adalah untuk menekan dan mengantisipasi terhadap meningkatnya tindak kriminal diwilayah hukum kabupaten pesawaran. Dan selain itu guna mencegah jatuhnya korban yang diakibatkan dari minuman keras oplosan, non oplosan maupun minuman keras tradisional.

“Giat yang dilakukan adalah bentuk antisipasi terhadap meningkatnya tindak kriminal yang disebabkan oleh minum keras. Dan miras oplosan maupun non oplosan dan miras tradisional merupakan salah satu atensi Polres Pesawaran untuk diberantas,” kata dia.

Bukan itu saja kata perwira tinggi di Mapolres Pesawaran itu menjelaskan, dampak dari menegak minuman keras beralkohol dam minuman oplosan ataupun sejenisnya yang tentunya tidak ada lisensi izin, akan dapat menimbulkan jatuhnya korban bahkan menghilangkan nyawa.

“Sudah banyak yang menjadi korban disebabkan menegak minuman keras ini. Karenanya kita lakukan razia terhadap pabrik, usaha rumahan maupun warung/penjual minuman keras beralkohol dan oplosan/sejenisnya, apakah mereka (penjual)  mengantongi untuk izin menjual. Jangan sampai nanti kita dengar ada korban jatuh akibat menegak minuman keras seperti yang banyak terjadi diwilayah lain,” ujar dia.(Fahmi/Mar)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *