Proyek Kemenag Lampung ‘Uji Nyali’ Kajati Baru

Kondisi proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri sudah banyak mengalami keretakan. Bahkan keretakan cukup parah itu terjadi sejak beberapa hari usai serah terima ke pihak sekolah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dugaan penyimpangan sejumlah proyek milik Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag)Lampung tahun 2017 bakal menjadi ajang ‘uji nyalir’bagi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung yang baru Susilo Yustinis. Korps Adiyasa itu didesak mengusut masalah itu hingga tuntas.

Proyek Kemenag Lampung yang diduga sarat masalah itu adalah proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Kibang Budi Jaya Kabupaten Tulangbawang Barat senilai Rp486 juta yang dikerjakan CV. Malay Jaya Abadi. Kemudian, proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta yang dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri.

“Indikasi penyimpangan proyek Kemenag itu cukup jelas, anggaran besar tapi belum setahun bangunan sudah mengalami kerusakan. Jelas itu berpotensi merugikan Negara, karena tidak mungkin penganggaran sebuah proyek itu hanya untuk kualitas yang bertahan dalam hitungan bulan,” cetus Ketua Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli, saat dimintai tanggapannya, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, masalah itu harus diusut oleh penegak hukum, sehingga masalah itu bisa jelas dan semua pihak yang terlihat bisa bertanggungjawab.”Tugas pers atau masyarakat itu hanya sebatas menyampaikan dugaan penyimpangan itu, tapi menjadi tanggungjawab penegak hukum untuk mengusutnya. Karena yang punya kewenangan itu penegak hukum,” tandasnya.

Berbagai temuan terhadap proyek Kemenag itu, lanjutnya, bisa dijadikan penegak hukum sebagai petunjuk awal.”Apa yang ditemukan itu bisa dijadikan sebagai petunjuk awal. Kami akan laporan masalah ini ke Kejati Lampung. Kita lihat berrani tidak Kejati Lamung yang baru mengusut masalah itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Lampung, Istituningsih, saat dikonfirmasi terkesan menghindar. “Nanti ya habis magrib,” ujar Institusingsih saat dikonfirmasi.

Namun, saat dikonfirmasi ulang usai Magrib, Istinusingsih tidak menjawab. Dikonfirmasi melalui pesan ke WhatsApp hanya dibaca tapi tidak dijawab.

Diberitakan sebelumnya, Perealisasian sejumlah proyek milik Kantor Wilayan (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung diduga kuat sarat penyimpangan. ‘Borok’ proyek Kemenag itu terlihat dari kondisinya yang sudah mengalami banyak kerusakan, padahal proyek baru ‘seumur jagung’.

Seperti proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Kibang Budi Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat senilai Rp486 juta. Kondisi proyek yang dikerjakan CV. Malay Jaya Abadi sangat memprihatinkan.

Mulai dari dinding yang sudah banyak mengalami keretakan, lantai sudah mengalami kerusakan bahkan keramik mengalami patah, hingga pemasangan instalasi listrik terkesan asal-asalan.

Hal serupa juga terjadi pada proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta. Proyek yang dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri. Proyek ini sudah mengalami banyak keretakan bagian dinding, bahkan keretakan itu sudah terjadi sejak awal baru diserahkan pihak rekanan ke pihak sekolah.

“Kami hanya menerima kunci saja. Kami gak paham soal pembangunannya. Kalau soal banyaknya keretakan itu memang sudah terjadi sejak baru di serahkan. Jadi baru beberapa hari dari diserahkan mulai mengakami keretakan, dan itu sampai sekarang bagian luar maupun dalam sudah banyak retak,” ujar Guru MAN Pringsewu yang membidangi bangunan, Bunyana, baru-baru ini.

Menurutnya, pihak sekolah menerima kunci gedung itu pada bulan Juli 2017 lalu.”Baru mas. Sekitar bulan 7 tahun kemarin kita terima kuncinya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. H. Suhaili, M. Ag hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Tim/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *