Dugaan Penyimpangan Proyek. ‘Catatan Buruk’ Kemenag Lampung

Kondisi proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Kibang Budi Jaya Tulang Bawang Barat senilai Rp486 juta yang dikerjakan CV. Malay Jaya Abdi kodnsinya sangat memprihatinkan.Padahalproyek ini baru seumur jagung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Terbongkarnya dugaan penyimpangan sejumlah proyek tahun 2017 dinilai menjadi ‘catatan buruk’ bagi Kantor Wilayan (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung. Apa lagi proyek disinyalir bermasalah itu justru dengan mudah lolos dalam provisional hand over (PHO).

Proyek Kemenag Lampung yang diduga sarat masalah itu adalah proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Kibang Budi Jaya Kabupaten Tulangbawang Barat senilai Rp486 juta yang dikerjakan CV. Malay Jaya Abadi. Kemudian, proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta yang dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri.

“Aneh jika proyek tahun 2017 tapi saat ini sudah banyak mengalami retak-retak di dinding dan lantainya. Jika kualitas bagus pasti bisa bertahan lama, jadi wajar jika muncul kecurigaan pengerjaan proyek itu bermasalah. Yang lebih aneh jika proyek itu lolos PHO, harusnya pihak Kemenag tidak meloloskan PHO jika kualitasnya meragukan. Ini menjadi catatan buruk bagi Kemenag sendiri,” ujar Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza, saat dimintai tanggapannya, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, Kemenag Pusat harus mengetahui persoalan yang terjadi pada proyek-proyek di daerah, sehingga Kemenag Pusat tidak menganggap pelaksanaan di daerah semuanya baik.”Ini harus di sampaikan ke Kementerian Agama di Jakarta. Karena inikan menggunakan dana APBN, mereka harus tau seperti apa di daerah. Selama inikan terlihat seperti tidak ada masalah, ternyata dilapangan seperti itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Lampung, Istituningsih, saat dikonfirmasi terkesan menghindar. “Nanti ya habis magrib,” ujar Institusingsih saat dikonfirmasi.

Namun, saat dikonfirmasi ulang usai Magrib, Istinusingsih tidak menjawab. Dikonfirmasi melalui pesan ke WhatsApp hanya dibaca tapi tidak dijawab.

Diberitakan sebelumnya, Perealisasian sejumlah proyek milik Kantor Wilayan (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung diduga kuat sarat penyimpangan. ‘Borok’ proyek Kemenag itu terlihat dari kondisinya yang sudah mengalami banyak kerusakan, padahal proyek baru ‘seumur jagung’.

Seperti proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Kibang Budi Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat senilai Rp486 juta. Kondisi proyek yang dikerjakan CV. Malay Jaya Abadi sangat memprihatinkan.

Kondisi proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri sudah banyak mengalami keretakan. Bahkan keretakan cukup parah itu terjadi sejak beberapa hari usai serah terima ke pihak sekolah

Mulai dari dinding yang sudah banyak mengalami keretakan, lantai sudah mengalami kerusakan bahkan keramik mengalami patah, hingga pemasangan instalasi listrik terkesan asal-asalan.

Hal serupa juga terjadi pada proyek Pembangunan 3 Ruang Kelas Belajar MAN Pringsewu senilai Rp493 juta. Proyek yang dikerjakan CV. Naira Karya Mandiri. Proyek ini sudah mengalami banyak keretakan bagian dinding, bahkan keretakan itu sudah terjadi sejak awal baru diserahkan pihak rekanan ke pihak sekolah.

“Kami hanya menerima kunci saja. Kami gak paham soal pembangunannya. Kalau soal banyaknya keretakan itu memang sudah terjadi sejak baru di serahkan. Jadi baru beberapa hari dari diserahkan mulai mengakami keretakan, dan itu sampai sekarang bagian luar maupun dalam sudah banyak retak,” ujar Guru MAN Pringsewu yang membidangi bangunan, Bunyana, baru-baru ini.

Menurutnya, pihak sekolah menerima kunci gedung itu pada bulan Juli 2017 lalu.”Baru mas. Sekitar bulan 7 tahun kemarin kita terima kuncinya,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. H. Suhaili, M. Ag hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Tim/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *