Gedung Digusur, BKM SDN 3 Pasar Krui Terlantar

Proses Kegiatan Belajar mengajar (KBM) Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) memprihatinkan.

Harianpilar.com, Pesisir Barat – Proses Kegiatan Belajar mengajar (KBM) Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Pasar Krui, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menumpang di gerung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Pesisir Tengah, Rabu (4/4/2018).

Hal tersebut lantaran gedung sekolah tersebut digusur untuk kepentingan pembangunan kantor Pemerintahan kabupaten setempat.

Sebelumnya, pasca digusur karena ada pembangunan kantor Pemkab, para siswa dan siswi SDN 3 Pasar Krui pun sempat telantar. Bahkan, mereka sempat melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) di halaman taman sekolah, dikarenakan gedung sekolah yang mereka pakai tidak dibukakan p;intunya oleh pihak sekolah yang mereka tumpangi.

Salah satu siswa kelas VI, Nabil Alfaris merasa tidak nyaman dalam mengikuti KBM dengan keadaan sekolah yang menumpang.

“iya, kami tidak nyaman sekolahnya, kami baru bisa belajar kalau kakak SMP-nya sudah pulang,” Keluhnya.

Sementara itu, Eni, salah satu guru di SD tersebut, mengaku, sangat prihatin terhadap anak dididiknya. “Kami cukup prihatin dan sangat sangat sedih terhadap para siswa, terlebih saat melaksanakan UTS beberapa hari yang lalu terpaksa dilakukan di halaman SMPN 2 Pesisir Tengah dengan tempat seadanya,”ungkapnya.

Disisi lain, tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, sangat menyayangkan Pemda yang terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.

“Seharusnya Pemkab menyiapkan dulu tempat untuk SD ini, baru digusur. Nah ini malah menggusur, tapi tidak menyiapkan tempat pengganti, akhirnya saat ini anak didik yang menjadi korban,” sesalnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat Bukri menyebutkan itu hanya kurang koordinasi saja, karena setelah penjaga melapor lokal tersebut langsung dibuka.

“Itu hanya mis komunikasi saja antara guru. Sekolah itu sementarakan milik bersama. Yang menguncikan siswa dan kunci diserahkan dengan penjaga. Jadi hanya mis komunikasi saja, kita sedang mencarikan solusinya. Mudah-mudah cepat dan tidak menggangu aktifitas belajar mengajar lagi,” dalihnya. (Daniel/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *