Mantan Anggota DPRD Lambar Terjaring OTT

ilustrasi pungli

Harianpilar.com, Lampung Barat – Tim Satgas Saber Pungli Lampung Barat (Lambar) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tersangka IM bin SL (55) mantan Anggota DPRD setempat dengan dugaan pemerasan terhadap beberapa Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada, Senin (26/3/2018).

Tim Saber Pungli tersebut dipimpin langsung oleh Waka Polres Lambar Kompol. Sukandar, bersama Kasat Reskrim AKP. Faria Arista,SKom, SIK, serta gabungan Anggota Sat Reskrim dan Sat Intelkam Res Lambar.

Kapolres Lambar, AKBP Tri Suhartanto, menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka, warga Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Lampung Barat oleh Tim Saber Pungli setelah pelaku keluar dari gedung SMKN I Waytenong.

“Setelah mendapat laporan dari korban yang merupakan Kepala SMK se-Lambar tim Saber Pungli langsung bergerak, dan dalam waktu cepat tersangka berhasil diamankan sesaat setelah mengambil uang yang menjadi barang bukti dalam OTT tersebut,” papar dia.

Masih kata dia, proses terjadinya dugaan pemerasan, tersangka mendatangi Kepala SMK Miftahul Ulum, Yakut, S.Pd, dengan mengatakan bahwa telah terjadi penyimpangan penggunaan bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan Bantuan Sosial (Bansos) yang dilakukan oleh empat kepala SMK di Lambar.

“Tersangka ini mendatangi salah satu korban, untuk melakukan koordinir terhadap seluruh kepala SMK, untuk memberikan uang Rp5 juta per sekolah, dengan ancaman akan mengekspose di media massa terhadap penyimpangan yang mereka lakukan,” jelas dia.

Lanjut Tri Suhartanto, merasa terancam, akhirnya empat kepala SMK tersebut melalui ketua MKKS SMK Lambar, menyerahkan uang Rp8 juta dengan rincian masing-masing sekolah hanya bisa memenuhi Rp2 juta dari Rp5 juta yang diminta tersangka, yakni SMK I Way Tenong, SMKN I Pagar Dewa, SMKN Kebun Tebu dan SMKN I Liwa.

“Melalui ketua MKKS SMK Lambar, disepakati penyerahan uang di SMKN I Waytenong, dan karena korban sudah melapor ke polisi, langsung diamankan saat keluar dari sekolah tersebut dengan barang bukti berupa empat amplop bertuliskan masing- masing sekolah dengan isi Rp2 juta setiap amplop,” kata Kapolres.

Berkat keberanian kepala sekolah melapor kepada pihak berwajib, tersangka dan barang bukti langsung berhasil diamankan di Mapolres Lambar.

“Adapun tersangka diancam dengan pasal 368 dan atau 369 tentang pemerasan dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun penjara,” pungkas dia. (Doni/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *