Rekanan Flyover Pramuka Bisa Dipidana

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kontraktor yang mengerjakan Flyover di Jalan Pramuka ke jalan Indra Bangsawan Kecamatan Rajabasa Bandarlampung terancam dipidanakan atas retak dan patahnya jembatan layang tersebut. Apa lagi keretakan itu dinilai sebagai kegagalan kontruksi.

Komisi III DPRD Kota Bandarlampung (Balam) langsung mengagendakan hearing atau rapat dengar pendapat menyikapi masalah tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Wahyu Lesmono, saat meninjau kerusakan di Flyover Pramuka, Rabu (14/3/2018), mengatakan, retak dan patahnya Flyover itu menunjukkan tidak maksimalnya rekanan dalam bekerja.”Pembangunan yang tidak maksimal ini sangat disayangkan. Dalam hal ini pihak rekanan tidak maksimal dalam bekerja, Jum’at depan akan kami lakukan hearing untuk membahas hal ini,” ujar Wahyu Lesmono.

Wahyu mengatakan, ke depan pasti akan segera dilakukan perbaikan pada flyover.

“Kita masih akan diskusikan dulu dengan tim ahli. Karena mereka yang lebih paham, perbaikannya ke depan seperti apa. Yang pasti, segera kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Menurut Wahyu, pihak rekanan dapat dipidanakan atas adanya keretakan itu.

“Pihak rekanan ini bisa dipidanakan kalau kerjanya seperti ini. Pihak rekanan dalam hal ini kayaknya PT Dewanto, tapi lebih jelasnya siapa pihak rekanan, nanti pas hearing,” pungkasnya.

Terpisah, Kademisi Teknik Sipil Universitas Bandarlampung Dr. Ir. Hery Riyanto, M.T. menilai Pembangunan Flyover jalan Pramuka-Indra Bangsawaan gagal struktural.

Hery menyangkan pembangunan Flyover tersebut patah di bagian penahan beban kendaraan,  sehingga dia menilai gagal secara stuktural.

“Itu kan patah sudah gagal, dan tidak bisa digunakan lagi, jadi sangat disayangkan kok bisa pekerjaannya seperti itu,” kata dia, pada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Menurutnya,  pembangunan flyover yang menggunakan anggaran APBD Kota Bandarlampung sebesar Rp35 miliar tersebut tidak dilakukan pengecekan.

“Kenapa bisa terjadi kayak gitu, seharusnya ada pengecekan pekerjaan kalau sudah seperti ini membahayakan masyarakat yang melintasin jalan tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Hery meminta kepada Pemerintah Kota Bandarlampung agar melakukan pengecekan kembali di bagian lainnya.

“Ini harus segera di cek lagi yang lain,  saya takutkan di bagian lain juga akan terjadi seperti itu,” terangnya.

Lebih lanjutnya, Hery mengatakan dari pemberitaan di media ada pembatasan truk yang melintas di flyover Pramuka.

“Saya liat di media ada pembatasan kendaraan yang melintas, kasian amat, buat apa dibangun flyover kalau dibatasi, harusnya flyover bisa mengatasi kendaraan yang ada,” jelasnya.

Hery berharap, Pemerintah Kota Bandarlampung bergerak cepat untuk melakukan pengecekan dan melakukan audit. “Itu harus dicek ulang semua flyover dan dilakukan audit dari independen,” pungkasnya.(Ramona/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *