Warga Pesawaran Persoalkan Izin Tiang Bando PT Devis Jaya

Reklame jenis bundo yang dipasang PT Devis Jaya dipasang diatas lahan Sohari (65), Warga Dusun 5 Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Sohari (65), Warga Dusun 5 Desa Sukaraja Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, pemilik tanah yang berada di jalan A. Yani Dusun 6 Desa Sukaraja mempertanyakan sikap PT Devis Jaya pemilik usaha pembuatan Reklame jenis Bando. Lantaran, perusahaan tersebut dianggap belum memberikan kepastian terkait perpanjangan perjanjian sewa lahan untuk pemasangan tiang bando diatas lahan tanah miliknya.

“Dalam kesepakatan kontrak perjanjian yang tertulis pada oktober tahun 2012 lalu, pihak PT Devis sepakat menyewa lahan selama 5 tahun dengan biaya Rp 12 juta. Namun permasalahnnya hingga kontrak tersebut habis belum ada tindak lanjut dari pihak perusahaan untuk kejelasan selanjutnya apa kah kontrak tersebut akan diperpanjang atau diputus.

Karena kontraknya sudah lima bulan berjalan ini sudah habis, dan saya disini hanya butuh kepastian mau diperpanjang apa tidak.Kalau memang tidak diperpanjang lagi saya minta tiangnya dibongkar.” Pungkas Sohari menjelaskan.

Dan ia menuturkan, terkait hal ini dirinya telah berusaha  menghubungi pihak perusahaan melalui Prengki selaku pelaksana. Namun hingga sampai saat ini tidak ada jawaban yang jelas.”Kita sudah upaya menelpon bahkan kita juga pernah mendatangi kantornya di Teluk Betung Bandar Lampung .Namun tidak ada jawaban mereka terkesan acuh saat saya kesana.” Ungkapanya.

Untuk itu katanya, dirinya meminta dan berharap, pemda pesawaran dapat memfasilitasi persoalan yang saat ini tengah mendera dirinya ini.
” Saat Ini kan saya kesulitan untuk mencari orangnya,saya minta pemerintah kabupaten pesawaran bisa ikut berperan membantu saya paling tidak mempertemukan saya dengan pihak PT Devis.” Pintanya.

Menyikapi hal itu,  pemerintah daearah setempat melalui Badan Pendapatan Dearah (Bapenda) Kabupaten setempat berjanji akan memanggi pihak PT Devis Jaya untuk meluruskan permasalahan ini. Dan disisi lain menurut sekretaris Bapenda, Miryan,
semenjak tahun 2014 hingga saat ini perusahaan tersebut belum pernah melakukan pembayaran pajak kepihak pemerintah setempat melalui Bapenda.

“Terkait persoalan ini,kita akan coba panggil pihak PT Devis Jaya.Hal ini kita lakukan untuk meluruskan permasalahan ini.”Ujar Sekretaris Bapenda Pesawaran,Miryan,Senin (12/2/2018) kemarin.

Dan diapaparkan Miryan, Agenda pemanggilan yang akan disegera kan sersebut selain meluruskan menyangkut permasalahan antara pihak pemilik lahan dengan PT Devis Jaya juga terkait persoalan pajak yang tidak pernah dibayar oleh  PT Devis sejak 2014 yang lalu.

“Berdasarkan keterangan Kabid, PT Devis jaya ini belum pernah bayar pajak sejak tahun 2014 sampai sekarang. Dan ketika ditanya, dalih mereka karena yang terpasang tiang reklame itu bukan iklan yang sifatnya komersil melainkan melulu baleho kegiatan pemerintah derah dan pihak pemprov yang sifatnya layanan masyarakat.” Terang Miryan.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Joni Arizoni menyatakan, bahwa secara aturan titik reklame apa bila ada perusahaan yang sudah habis masa kontraknya dengan pemilik lahan dan tidak melakukan pembayaran pajak maka secara otomatis matrial yang berdiri berupa reklame tersebut akan menjadi aset pemerintah daerah.

“Setahu kami secara aturan yang ada  kalau memang pihak PT Devis Jaya itu tidak meneruskan kontrak dan tidak membayar  pajak lagi,secara otomatis tiang itu bakal jadi aset pemda. Namun apa bila masih membayar itu bukan wewenang kami lagi, berarti pihak Devis yang punya urusan dengan sipemilik lahan. Namun untuk permasalahan ini kita akan coba memfasilitasi untuk menemukan solusi terbaiknya seperti apa,” Cetus Joni. (Marizal)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *