BBPOM Bandarlampung Amankan Kerupuk Mengandung Pewarna Tekstil

Harianpilar.com, Bandarlampung – Para penggemar kerupuk dan jajanan pasar harus lebih berhati-hati dalam memilih makanan ringan dengan tampilan warna mencolok ini. Pasalnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandarlampung mengamankan pangan berbahaya berupa kerupuk dan makanan cemilan yang mengandung Rhodamin B atau Pewarna tekstil.

BBPOM Bandarlampung melakukan pengawasan dari tiga kabupaten, yakni Bandarlampung, Lampung Tengah, dan Pringsewu. Selama dua minggu ditujuh pasar dilakukan pengujian bahan berbahaya terhadap 295 sampel dan 36 sampel tidak memenuhi syarat (TMS) atau mengandung bahan berbahaya.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BBPOM Bandarlampung, Syamsuliani, saat menggelar konferensi pers di kantor BBPOM, Senin (12/2/2018).

“Wilayah Bandarlampupung dilakukan pengawasan di Pasar Tugu, Pasar Way Kandis, dan Pasar Panjang. Dari 56 sampel yang diambil di Pasar Tugu, ada 6 sampel yang tidak memenuhi syarat dan 5 di antaranya  mengandung Rhodamin B seperti makanan cenil, cendol, sagu mutiara, kelanting, serta satu sampel mengandung boraks (bleng),” ujar Syamsuliani.

Syamsulyani menambahkan, di Pasar Tugu ditemukan kerupuk singkong yang mengandung rhodamin B dan di Pasar Panjang ditemukan cendol, sagu, kelanting yang juga mengandung rhodamin B.

Sedangkan untuk di Pasar Terminal, area Car Free Day, Pasar Gading Rejo, dan Pasar Sukoharjo serta Pasar Natar juga ditemukan bahan berbahaya.

“Kita menemukan pangan berbahaya yang mengandung rhodamin B seperti kelanting merah, kerupuk singkong, cenil, dan kerupuk bibir merah, serta boraks atau lebih dikenal bleng,” jelasnya. (Nadia)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *