Proyek PUPR Tuba ‘Berlumur’ Dugaan KKN

Kondisi proyek Renovasi Plaffon Gedung Bandiklat milik Dinas PUPR Tuba senilai Rp900 juta dikerjakan CV. Tujuh Saudara

Harianpilar.com, Tulangbawang – Proyek renovasi Gedung Badan Pendidikan dan Latihan (Bandiklat) Tulangbawang (Tuba) milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat berlumur dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Bahkan indikasi penyimpangan itu terjadi dari proses perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Proyek renovasi gedung Bandiklat Tuba itu dinilai mengindikasikan adanya persoalan yang krusial dalam perencanaan dan pengelolaan proyek pembangunan di Dinas PUPR Tuba.”Dari dulu sampai saat ini Dinas PUPR Tuba selalu menjadi sorotan karena dugaan penyimpangan proyek. Dan indikasi penyimpangan proyek itu terlihat jelas seperti yang terlihat pada proyek renovasi gedung Bandiklat itu. Anehnya penegak hukum di Tuba seperti Kejari Menggala tidak pernah menyentuhnya. Ini yang membuat heran,” ujar Ketua Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galak), Suadi Romli, Minggu (4/1/2018).

Menurutnya, apa yang terjadi pada proyek Renovasi Gedung Bandiklat Tuba itu menunjukkan ada persoalan krusial dalam pengelolaan dan pelaksanaan proyek pembangunan.”Kalau saya baca beritanya, masalah itu ada sejak dalam perencanaan hingga pelaksanaan. Indikasi mark-up dan penggunaan material diduga tidak sesuai ketentuan menunjukkan dugaan KKN cukup jelas,” ungkapnya.

Jika sampai masalah ini tidak diusut, lanjutnya, maka persoalan sama akan terus terulang. Sebab oknum yang terlibat merasa aman.”Ini jika terus dibiarkan maka akan terus terjadi. Karena oknum yang melakukan merasa aman. Saya mengajak kawan-kawan media untuk sama-sama mendorong masalah itu ke penegak hukum yang berani mengusutnya. Kita kawan sama-sama,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2015, Dinas PUPR Tuba mengalokasikan anggaran Rp150 juta untuk perencanaan DED Gedung Asrama Bandiklat yang di kerjakan CV.Karya Muda Konsultan. Kemudian, tahun 2017 dilanjutkan pekerjaan fisik yaitu Renovasi Plaffon Gedung Bandiklat senilai Rp900 juta dilerjakan CV. Tujuh Saudara.

Namun, dalam Rencanaan Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat oleh CV. Karya Muda Konsultan diduga kuat terjadi mark-up pada beberapa item pekerjaan. Seperti perhitungan volume sewa peralatan yang berlebihan, begitu juga perhitungkan beberapa material yang digunakan dalam pekerjaan.

Dalam RAB proyek itu disebutkan sewa scaffolding disebutkan sebanyak 300 set. Padahal yang digunakan diisinyalir hanya berkisar 10-20 set saja. Kemudian pekerjaan perbaikan rabat beton dalam RAB disebutkan sebanyak 484,80 M2, sementara realisasi dilapangan hanya sekitar 15 sampai 20 M2.

Selanjutnya pada pekerjaan plafon, dalam RAB volume pekerjaan plafon PVC + Rangka Hoilo Galfani (flat) sebanyak 1.374,80 M2 dengan analisa pekerjaan dalam 1 M2 pekerjaan pemasangan Plafon PVC Board, Tebal 8 MM + Ranggka Besi Hollo bahan-bahan yang digunakan yaitu Hollo Galvanis 4/4 sebanyak 0,42 batang, Hollo Galvanis 2/4 sebanyak 0,15 batang, PVC Board sebanya 1,5 lembar, dan paku skrup 1CM – 2,5 CM sebanyak 25 buah. Jadi jika volume pekerjaanya 1.374,80 M2, maka bahan yang dihabiskan yaitu Hollo Galvanis 4/4 sebanyak 577, 41 batang, Hollo Galvanis 2/4 sebanyak 206,22 batang, dan , PVC Board sebanyak 2062,2 lembar.

Sedangkan dalam gambar pekerjaan pihak pelaksana kontruksi hanya membongkar gipsung sedangkan trap pada plafon tidak ada perubahan, diduga pihak pelaksana dalam pekerjaan pelafon hanya mengganti gipsung dengan PVC Board hollo kerangka plafon tetap menggunakan yang lama hanya menambah penjepit PVC boardnya saja.

Indikasi penyimpangan juga terjadi pada pekerjaan instalasi listrik sebanyak 103 titik, dalam pekerjaan pihak rekanan seharusnya membongkar instalasi lama dan menggantikan dengan yang baru, artinya matrial – matrial seperti kabel, lampu, saklar dan asesoris lainnya yang lama dalam pekerjaan elektrikal tersebut diganti dengan yang baru, akan tetapi pihak rekanan diduga melakukan instalasi masih menggunakan kabel yang lama dan hanya menambah kabel beberapa meter saja.

Begitu juga dengan pekerjaan pembuatan partisi sekat ruangan, diduga pihak rekanan tidak memakai pondasi batu hitam, pihak rekanan hanya menggunakan cor balok sloff saja, sedangkan dalam RAB dan gambar sudah jelas pihak rekanan harus menggunakan batu hitam untuk pondasi dan cor balok sloff.

Namun, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulangbawang Ferly Yuledy, SE., MM, hingga berita ini di turunkan belum berhasil dikonfirmaai. (Tim/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *