Observatorium Itera Kerahkan Tujuh Teleskop

Harianpilar.com, Bandarlampung – Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Lampung mengerahkan tujuh teleskop untuk mengamati momen spesial gerhana bulan total (GBT), di kampus Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (31/1/2018). Selain tujuh teleskop, Itera juga menyediakan layar besar agar masyarakat dapat menyaksikan prosesi gerhana.

Menurut Staf Observatorium Astronomi Itera, Nindhita Pratiwi, ketujuh teleskop tersebut yakni Baride Optik, dua teleskop Meade, satu teleskop Newtonian, dan satu teleskop Lunt. Gerhana diprediksi mulai terjadi pukul 19.52 WIB dan berakhir pukul 21.08 WIB.

Dalam menyambut momen spesial itu, Itera melakukan simulasi pada Senin (29/1/2018) malam. Hasilnya, bulan tampak mulai bulat utuh dan jika cuaca cerah, peristiwa yang terjadi 152 tahun lalu ini akan tampak jelas di Lampung  .

“Ketika simulasi cuaca cukup bagus. Cahaya bulan terang dan beberapa bintang kelihatan jelas. Perkiraan cuaca hari ini masih sama. Malam hari berawan, mudah-mudahan kegiatan kita masih bisa tetap terlaksana dengan baik,” kata Nindhita Pratiwi, Rabu (31/1/2018).

Itera juga memberi kesempatan kepada masyarakat hadir menyaksikan GBT. Bagi masyarakat yang tidak ingin antri melihat di teleskop disediakan layar besar yang dihubungkan dengan teleskop. “Supaya masyarakat juga bisa lihat fenomena ini dengan jelas tanpa antri satu per satu di belakang teleskop,” kata Nindhita.

Prosesi GBT dimulai ketika bulan memasuki kawasan penumbra pada pukul 17.51 WIB. Kemudian bulan memasuki kawasan umbra bumi pada pukul 18.48 WIB atau awal gerhana bulan sebagian. Selanjutnya seluruh permukaan Bulan memasuki umbra bumi pertanda momen GBT dimulai pukul 19.52 WIB. Pertengahan GBT terjadi pada pukul 20.30 WIB dan berakhir pada pukul 21.08. (Sifa)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *