Dugaan Penyimpangan Proyek PUPR ‘Uji Nyali’ Kejari Metro

Kondisi proyek Pemeliharaan berkala Jalan Melinting Kelurahan GanjarAsri Kecamatan Metro Barat Senilai Rp 223 juta mulai mengelupas meski baru selesai dikerjakan.

Harianpilar.com, Bandarlampung – Indikasi penyimpangan yang mengarah kedugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Metro yang ternyata terjadi hampir setiap tahun menjadi ajang ‘uji nyali’ bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro. Sebab, korps adiyaksa itu didesak mengusut masalah itu dan memeriksa semua pihak yang terlibat.

Dugaan penyimpangan sejumlah proyek milik Dinas PU PR Kota Metro dinilai menjadi indikator masih rawannya praktik KKN dalam proyek pembangunan. Sebab, indikasi penyimpangan itu terjadi dari proses tender hingga pelaksaan dilapangan serta terjadi hampir setiap tahun.”Kejari Kota Metro harus proaktif mengusut masalah ini, itu bukan delik aduan,” ujat Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriz, saat dimintai tanggapannya, Minggu (28/1/2018).

Menurutnya, informasi yang disampaikan media massa bisa dijadikan sebagai petunjuk awal oleh Kejari Kota Metro untuk mengusutnya.”Data dan informasi yang ada di sampaikan kawan-kawan media saya lihat valid dan cukup lengkap, jadi bisa dijadikan sebagai petunjuk awal. Tinggal Kejari Metro saja penya nyali tidak mengusutnya, Kejari Metro harus proaktif dan menunjukkan komitmennya dalam memerangi dan mencegah KKN,” tandasnya.

Pengusutan masalah itu, lanjutnya, bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi lebih kepada memberi efekjera sehingga tidak terus terulang.”Selain untuk menegakkan hukum, juga untuk memberi efekjera jadi tidak terus terulang. Usut dan seret semua pihak yang terbukti terlibat dan bersalah. Sehingga menjadi pelajaran bagi semua,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, indikasi penyimpangan yang mengarah kedugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Metro ternyata terjadi hampir setiap tahun. Terbukti, indikasi penyimpangan dari proses tender hingga pelaksanaan di lapangan tidak hanya terjadi pada tahun 2017, ternyata pada tahun 2016 terjadu hal serupa bahkan lebih parah.

Ditahun 2016 ditemukan banyak perusahaan yang bisa memenangkan tender proyek hingga empat sampai lima paket sekaligus dengan nilai penawaran sangat dekat dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan mayoritas peserta tender sama. Begitu juga pelaksanaan proyek di lapangan, proyek-proyek yang tendernya terindikasi bermasalah itu ternyata kualitasnya sangat meragukan dan kondisinya sudah rusak.

Seperti CV.Zacki Putra Abadi pada tahun 2016 memenangkan lima paket proyek sekaligus di Dinas PUPR Kota Metro dengan ‘modus’ yang sama yakni penawaran sangat mendekati HPS dan peserta mayoritas sama. Kelima proyek itu adalah proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Pramuka Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Metro Selatan dengan HPS Rp270 juta dimenangkan CV.Zacki Putra Abadi dengan penawaran Rp268.800.000 hanya turun Rp1,2 juta atau 0,4 persen dari HPS. Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Sulawesi Kelurahan Ganjarasri Kecamatan Metro Barat dengan HPS Rp332 juta dimenangkan CV.Zacki Putra Abadi dengan penawaran Rp330.500.000 hanya turun Rp1,5 juta atau 0,4 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan Inspeksi Arah Barat Kelurahan Purwosari dengan HPS Rp220.000.000 dimenangkan CV.Zacki Putra Abadi dengan penawaran Rp218.591.000 hanya turun Rp1,4 juta atau 0,6 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jalan Makam Kelurahan Yosorejo di Jln Mahakam 21 Kelurahan Yosorejo dengan HPS Rp220 juta dimenangkan oleh CV. Zacki Putra Abadi dengan penawaran Rp219.500.000 hanya turun Rp500 Ribu atau 0,2 persen dari HPS. Terakhir, proyek Peningkatan jalan ruas Jl. Tapir Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat dengan Rp260 juta dimenangkan CV. Zacki Putra Abadi dengan penawaran Rp258.800.000 hanya turun Rp1,2 juta atau 0,4 persen dari HPS.
Indikasi tender kurung proyek-proyek ini juga terlihat dari peserta tender yang mayoritas sama yakni CV.Zacki Putra ABADI, CV. Ani (Catering), CV. Bumi Nabung Jaya, CV. Samego, CV. Putra Samego.Dan yang memasukkan penawaran di lima paket proyek itu hanya CV.Zacki Putra Abadi sekaligus menjadi pemenang tender.

Begitu juga CV.Razhata Contractor yang memenangkan empat proyeksekaligus dengan penawaran sangat mendekati HPS dan peserta mayoritas sama.Keempat proyek itu adalah Peningkatan Jalan Jembat Gantung 1 Kelurahan Purwoasri dengan HPS Rp230 juta dimenangkan CV.Razhata Contractor dengan penawaran Rp229.157.000 hanya turun Rp843 Ribu atau 0,3 persen dari HPS. Proyek Peningkatan jalan ruas Jl. Macan dan Merak Kelurahan Hadimulyo Timur Kecamatan Metro Pusat dengan HPS Rp370 juta di menangkan CV. Razhaya Contractor dengan penawaan Rp367.500.000 hanya turun Rp2,5 juta atau 0,6 persen dari HPS. Proyek Peningkatan Jl. Cengkeh RW 08 Kelurahan Karang Rejo dengan HPS Rp295.000.000 dimenangkan CV.Razhata Contractor dengan penawaran Rp293.400.000 hanya turun Rp1,6 juta atau 0,5 persen dari HPS. Dan proyek Peningkatan Jl. Selagai Gg. Walet, Gg. Masjid dan Gg. Parto Kelurahan Iringmulyo dengan HPS Rp329.710.000 dimenangkan CV.Razhata Contractor dengan penawaran Rp327.000.000 hanya turun Rp2,7 juta atau 0,8 persen dari HPS.

Pengerjaan proyek-proyek yang sudah bermasalah sejak tender ini ternyata juga terindikasi sarat penyimpangan, bahkan secara kualitas meragukan dan sudah mengalami kerusakan. Seperti proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Sulawesi Kelurahan Ganjarasri Kecamatan Metro Barat kini kondisinya sudah rusak cukup parah dan tergenang air. Kerusakan yang cepat dialami proyak yang dikerjakan CV.Zacki Putra Abadi ini diduga kuat akibat kualitas yang huruk dan pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan.

Terbongkarnya dugaan penyimpangan proyek Dinas PUPR Kota Metro tahun 2016 ini mengindikasikan hampir setiap tahun pelaksanaan proyek Dinas PUPR Kota Metro sarat masalah. Seperti diberitakan sebelumnya Pelaksanaan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Metro tahun 2017 diduga kuat sarat penyimpangan. Bahkan, indikasi penyimpangan yang mengarah ke dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) itu terjadi mulai dari proses tender hingga pelaksanaan di lapangan.

Dalam peraturan presiden (Perpres) Nomor 4 tahun 2015 tentang pengadaan barang dan jasa disebutkan indikator-indikator persekongkolan dalam tender, diantaranya penawaran mayoritas dekat dengan HPS, peserta tender dibawah satu kendali, adanya kesamaan dokumen teknis, dan bergantian menjadi pemenang tender.

 

Dalam proses tender proyek-proyek Dinas PUPR Kota Metro diduga kuat dikondisikan. Sebab ditemukan banyak perusahaan yang bisa memenangkan tender proyek lebih dari satu dengan penawaran yang sangat mendekati Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan peserta tender mayoritas sama yang mengindikasikan dibawah satu kendali. Sementara, pelaksanaan proyek-proyek itu di lapangan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan, hal itu terlihat kondisi proyek yang sudah mulai rusak padahal baru hitungan hari selesai dikerjakan.

Seperti CV.Adilah Tama pada tahun 2017 bisa memenangkan tender dua paket proyek sekaligus dengan penawaran hanya turun 0,4 persen dari HPS dan peserta tender kedua proyek sama perses. Kedua proyek itu adalah Pemeliharaan berkala Jalan Dahlia Timur Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat dengan HPS Rp644.500.000 dimenangkan CV.Adilah Tama dengan penawaran Rp641.900.000 hanya turun Rp2,6 juta atau 0,4 persen dari HPS. Kemudian, Pemeliharaan berkala Jalan Pala9 Kelurahan Iringmulyo Kecamatan Metro Timur dengan HPS Rp400.000.000 dimenangkan CV.Adilah Tama dengan penawaran Rp397.700.000 hanya turun Rp2,3 juta atau 0,5 persen dari HPS.

Kondisi proyek Peningkatan Jalan ruas Jl Cempaka Kelurahan Margorejo Kec. Metro Selatan, meski menelan anggaran Rp 1,2 Miliar namun kondisinya sudah rusak

Indikasi tender kedua proyek ini dikondisikan diperkuat oleh peserta tender yang sama persis yakni  CV.Adilah Tama, CV. Graha Adhitama Mandiri, CV. Ridha, CV. Zacki Putra Abadi. Dan yang memasukan penawaran hanya CV.Adilah Tama sekaligus menjadi pemenang tender.

Begitu juga CV. Dian Persada mememangkan tender dua proyek sekaligus dengan ‘modus’yang sama yakni penawaran sangat mendekati HPS dan peserta mayoritas sama. Kedua proyek itu adalah Pemeliharaan berkala Jalan Melinting Kelurahan GanjarAsri Kecamatan Metro Barat dengan HPS Rp 223.000.000 di menangkan CV. Dian Persada dengan penawaran Rp 221.943.000 hanya turun Rp1 juta atau 0,4 persen dari HPS. Kemudian, proyek Pemeliharaan berkala Jalan Karet Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat dengan HPS Rp599.440.000 dimenangkan CV. Dian Persada dengan penawaran Rp597.030.000 turun Rp2,4 juta atau 0,4 persen dari HPS.

Peserta tender kedua proyek ini juga mayoritas sama yakni Trisatu Jaya, CV. Dua Tiga, CV. Ridha, CV.Adilah Tama, CV. Zacki Putra Abadi, CV. Graha Adhitama Mandiri, Graha Adhitama Mandiri. Dan lagi-lagi hanya CV. Dian Persada yang memasukkan penawaran sekaligus menjadi pemenang.

Pelaksanaan proyek-proyek itu dilapangan juga terindikasi sarat penyimpangan. Seperti proyek Pemeliharaan berkala Jalan Dahlia Timur Kelurahan Metro Kecamatan Metro Pusat yang menghabiskan anggaran Rp644 juta kini kondisinya sudah mulai rusak, retak-retak bahkan amblas. Padahal proyek yang dikerjakan CV.Adilah Tama masih seumur jagung.

Begitu juga Pemeliharaan berkala Jalan Melinting Kelurahan GanjarAsri Kecamatan Metro Barat senilai Rp223 juga terlihat kondisi jalan mulai mengelupas.Padahal proyek yang dikerjakan CV. Dian Persada ini juga baru selesai dikerjakan akhir tahun 2017.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Metro, Irianto, hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi.(Tim/Maryadi)

Header Banner Advertisement
Bagikan berita ini:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *